Minggu, 20 Desember 2015

Usaha Sampingan Dosen yang Sesuai Dengan Status Sosialnya.

Apa usaha sampingan dosen yang sesuai dengan status sosialnya, cocok dengan kapasitasnya di dunia akademik, dan dapat menunjang karir? Kira-kira itulah pertanyaan teman saya (seorang dosen muda) yang menjadi inspirasi tulisan ini.

Sebenarnya, hampir semua jenis usaha sampingan atau usaha rumahan dapat dijalankan oleh orang yang berprofesi sebagai dosen. Namun disini saya tidak akan membahas semua jenis usaha sampingan tersebut.

Disini saya akan loncat langsung ke kesimpulan hasil obrolan saya dengan kawan dosen muda tersebut. Menurut dia, dari sekian jenis usaha sampingan mungkin usaha Penyedia Jasa Training adalah yang terbaik.

Sebagai seorang Akademisi, seorang dosen tentu memiliki kemampuan yang mumpuni dalam hal teori. Inilah daya tawar pertama yang nantinya akan sangat membantu dalam membesarkan usaha sampingan dosen.

Misal, Anda seorang dosen Akutansi. Maka akan sangat mudah bagi Anda untuk menyampaikan materi tentang Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Standar Akuntansi Keuangan (SAK) atau Standar Akuntansi Keuangan Entitas tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP).

Padahal, diluar sana ada banyak sekali orang atau instansi yang membutuhkan kemampuan penyusunan SAK ETAP tersebut. Disinilah celah usaha terbentang. Dan sebagai "Dosen" tentu Anda memiliki nilai plus dibandingkan dengan orang lain bukan?

Jika bukan dosen Akuntansi, apa masih ada peluang untuk menjalankan usaha sampingan dosen ini? Jawabannya tentu saja masih. Karena ada banyak sekali orang diluar sana yang membutuhkan ilmu. Tugas usaha Anda hanya mencarinya, kemudian menawarkan jasa pengetahuan Anda sendiri.

Bagaimana jika Anda sudah diangkat menjadi PNS dan ada peraturan "Dosen PNS tidak boleh merangkap sebagai Direktur Perusahaan?" Apakah Anda masih memiliki peluang untuk memainkan usaha ini?

Jawabannya tentu masih. Ada beberapa opsi bagi seorang Dosen PNS yang ingin mencari tambahan dengan keahlian dan pengetahuannya. Pertama, dengan menjalin kerjasama dengan penyedia jasa training lain. Jadi disini Anda berperan sebagai seorang partner / pemateri saja.

Kedua, Anda tetap bisa mendirikan perusahaan penyedia jasa training sebagai usaha sampingan dosen. Namun dengan memposisikan diri sebagai pemilik saja. Sedang untuk posisi Direktur dll, diisi oleh orang lain.

Dari pengamatan saya terhadap beberapa web lembaga penyedia jasa training, rata-rata mereka menawarkan jasa trainiing dengan nilai cukup tinggi. Mulai dari ratusan ribu dengan ketentuan jumlah peserta memenuhi kuota, sampai jutaan rupiah dengan minimal peserta hanya tiga atau dua orang saja.

Demikianlah sedikit sharing saya tentang Usaha Sampingan Dosen yang Sesuai Dengan Status Sosialnya yang terinspirasi langsung dari seorang kawan (dosen muda), dengan status non PNS dan gaji lebih rendah dari tuntutan buruh di Jakarta.

Sebagai orang yang "bukan dosen" dan berbicara tentang dunia dosen, tentu saya tidak memiliki pengalaman menjalankan usaha penyedia jasa training dengan posisi seperti yang saya gambarkan diatas. Namun pengalaman saya pernah bekerja dengan lembaga traiining milik seorang dosen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar