Mempertahankan Usaha Baru adalah salah satu syarat bagi calon pengusaha sukses. Hampir setiap pengusaha sukses pernah mengalami masa-masa kelabu saat memulai usahanya. Sebagai seorang pelaku usaha, Anda juga mungkin akan (atau mungkin sedang) mengalaminya. Namun selama Anda dapat menjaga semangat seperti saat pertama berniat memulai msaha, hal-hal tersebut pasti dapat dilewati dengan mudah.
Tapi kenyataannya, banyak sekali tantangan dan rintangan yang sering dialami pelaku usaha baru. Baik yang berasal dari internal (diri sendiri) ataupun yang berasal dari eksternal (diluar diri Anda). Apapun bentunknya, tantangan dan rintangan tersebut seringkali membuat pelaku usaha kehilangan semangat dan "layu sebelum berkembang".
Stres menghadapi tantangan, ataupun tidak sabar melihat pertumbuhan usaha yang lamban, sementara dana dan tenaga sudah banyak tercurahkan, seringkali menjadi alasan pelaku usaha baru untuk menyerah. Beberapa dari mereka kemudian kembali memilih menjadi pekerja atau beralih ke jenis usaha lain (yang sebenarnya belum tentu lebih baik).
Stres menghadapi tantangan, ataupun tidak sabar melihat pertumbuhan usaha yang lamban, sementara dana dan tenaga sudah banyak tercurahkan, seringkali menjadi alasan pelaku usaha baru untuk menyerah. Beberapa dari mereka kemudian kembali memilih menjadi pekerja atau beralih ke jenis usaha lain (yang sebenarnya belum tentu lebih baik).
Makanya, tidak mengherankan kalau ada yang mengatakan bahwa 80% usaha yang dibangun gagal pada tahun pertamanya. Saya menduga, kegagalan tersebut berkaitan erat dengan kegagalan pelaku usaha baru dalam mempertahankan semangatnya.
Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha baru untuk senantiasa membakar semangat dan menghindari hal-hal negativ yang bisa berpengaruh pada menurunnya semangat usaha. Berikut beberapa tips supaya bisa tetap fokus dan semangat dalam memulai usaha, meskipun tantangan datang bertubi-tubi :
1. Harus Memiliki Mimpi.
"Semua berawal dari mimpi" begitu kata orang bijak. Percaya atau tidak, pikiran, cita-cita atau mimpi selalu mempengaruhi sistem kerja diri dan lingkungan Anda. Mimpi memiliki pengaruh yang sangat besar bagi manusia. Hanya manusia yang berani bermimpi besarlah yang berpeluang menjadi orang besar, termasuk dalam dunia usaha. Karenanya, saat memutuskan memulai usaha sendiri, kita sebaiknya punya mimpi atau cita-cita yang jelas.
Sekedar saran, sebaiknya mimpi tersebut merupakan sesuatu yang pantas untuk dikejar dan diperjuangkan. Jika tidak, mimpi akan mudah dikalahkan atau dinomorduakan oleh godaan dan tantangan yang membuat Anda lupa dan memilih untuk meninggalkan usaha Anda.
Sebaliknya, jika mimpi tersebut adalah mimpi yang mulia dan pantas diperjuangkan, maka ketika gelombang godaan dan tantangan datang, mimpi-mimpi Anda akan menjadi penyemangat. Mimpi tersebut akan menolong Anda untuk terus maju, pantang menyerah dan kreatif mencari jalan keluar.
Mungkin karena itu, hampir setiap perusahaan besar selalu memiliki mimpi yang ditulis dalam bentuk Visi-Misi dan Tujuan, berikut goal dan target-targetnya secara terperinci. Hal itu merupakan sesuatu yang sangat baik dan pantas dicontoh oleh Anda, bahkan meski usaha Anda masih kecil dan belum memiliki karyawan.
Jika sampai saat ini Anda belum merumuskan mimpi-mimpi Anda secara jelas, saya sarankan untuk segera merumuskannya. Jangan hanya diangan-angan, tapi tulislah dan letakkan ditempat yang mudah Anda jumpai sehingga bisa dibaca setiap hari.
2. Pahami Pasion Anda dan Bekerjalah Dengan Bahagia.
Jika Anda memulai usaha karena bosan bekerja pada orang lain, maka sejak awal merintis Anda pasti paham betapa tidak enaknya bekerja jika tidak disertai dengan rasa cinta, hobi dan bahagia. Begitu juga dengan dunia usaha, menjalankan usaha karena dorongan cinta atau rasa bahagia pasti hasilnya akan berbeda dengan menjalankan karena tekanan semata.
Dengan rasa cinta dan bahagia (apalagi jika ditambah hobi), maka Anda akan termotivasi untuk memberikan yang terbaik disetiap langkah-langkah usaha yang Anda buat. Karenanya, ketahuilah Passion Anda. Gambaran orang yang berusaha berdasarkan Passionnya adalah orang yang mau melakukan sesuatu dengan bahagia dan cinta, maka tidak dibayarpun tidak apa-apa.
Dengan demikian, Passion merupakan solusi yang manjur bagi pelaku usaha yang sedang mengalami cobaan.
Contoh; Meskipun penjualan sedang lesu, tetapi karena Anda melakukan usaha tersebut dengan suka cita dan bahagia menjalankan prosesnya, Anda tidak akan berfikir untuk cepat-cepat gulung tikar dan mencari usaha lain. Namun Anda akan berfikir untuk mencari tahu akar masalahnya dan mencoba hal-hal kreatif untuk mengatasinya.
3. Belajar Dari Pengalaman Orang Sukses
Pengalaman adalah guru yang paling berharga, jika Anda belum memiliki pengalaman "sukses" maka belajarlah dari pengalaman orang lain yang sudah sukses..!!
Saran saya bagi para pelaku usaha baru, sering-seringlah belajar pada orang-orang yang sudah berhasil. Proses belajar dari orang-orang seperti itu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Jika memiliki banyak waktu dan beruntung, Anda bisa menemui langsung sosok orang-orang yang Anda anggap telah berhasil dan menimba ilmu pada mereka dengan berbincang-bincang dll.
Namun jika hal itu susah dilakukan, Anda juga dapat belajar pengalaman orang-orang sukses dengan cara membaca biorgafi-biografi mereka. Dari mereka, Anda akan paham bahwa jalan memulai usaha itu tidaklah mudah. Ada proses berliku, naik dan turun, terjal, yang mau tidak mau harus dilewati jika ingin berhasil.
Sekedar saran, sebaiknya mimpi tersebut merupakan sesuatu yang pantas untuk dikejar dan diperjuangkan. Jika tidak, mimpi akan mudah dikalahkan atau dinomorduakan oleh godaan dan tantangan yang membuat Anda lupa dan memilih untuk meninggalkan usaha Anda.
Sebaliknya, jika mimpi tersebut adalah mimpi yang mulia dan pantas diperjuangkan, maka ketika gelombang godaan dan tantangan datang, mimpi-mimpi Anda akan menjadi penyemangat. Mimpi tersebut akan menolong Anda untuk terus maju, pantang menyerah dan kreatif mencari jalan keluar.
Mungkin karena itu, hampir setiap perusahaan besar selalu memiliki mimpi yang ditulis dalam bentuk Visi-Misi dan Tujuan, berikut goal dan target-targetnya secara terperinci. Hal itu merupakan sesuatu yang sangat baik dan pantas dicontoh oleh Anda, bahkan meski usaha Anda masih kecil dan belum memiliki karyawan.
Jika sampai saat ini Anda belum merumuskan mimpi-mimpi Anda secara jelas, saya sarankan untuk segera merumuskannya. Jangan hanya diangan-angan, tapi tulislah dan letakkan ditempat yang mudah Anda jumpai sehingga bisa dibaca setiap hari.
2. Pahami Pasion Anda dan Bekerjalah Dengan Bahagia.
Jika Anda memulai usaha karena bosan bekerja pada orang lain, maka sejak awal merintis Anda pasti paham betapa tidak enaknya bekerja jika tidak disertai dengan rasa cinta, hobi dan bahagia. Begitu juga dengan dunia usaha, menjalankan usaha karena dorongan cinta atau rasa bahagia pasti hasilnya akan berbeda dengan menjalankan karena tekanan semata.
Dengan rasa cinta dan bahagia (apalagi jika ditambah hobi), maka Anda akan termotivasi untuk memberikan yang terbaik disetiap langkah-langkah usaha yang Anda buat. Karenanya, ketahuilah Passion Anda. Gambaran orang yang berusaha berdasarkan Passionnya adalah orang yang mau melakukan sesuatu dengan bahagia dan cinta, maka tidak dibayarpun tidak apa-apa.
Dengan demikian, Passion merupakan solusi yang manjur bagi pelaku usaha yang sedang mengalami cobaan.
Contoh; Meskipun penjualan sedang lesu, tetapi karena Anda melakukan usaha tersebut dengan suka cita dan bahagia menjalankan prosesnya, Anda tidak akan berfikir untuk cepat-cepat gulung tikar dan mencari usaha lain. Namun Anda akan berfikir untuk mencari tahu akar masalahnya dan mencoba hal-hal kreatif untuk mengatasinya.
3. Belajar Dari Pengalaman Orang Sukses
Pengalaman adalah guru yang paling berharga, jika Anda belum memiliki pengalaman "sukses" maka belajarlah dari pengalaman orang lain yang sudah sukses..!!
Saran saya bagi para pelaku usaha baru, sering-seringlah belajar pada orang-orang yang sudah berhasil. Proses belajar dari orang-orang seperti itu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Jika memiliki banyak waktu dan beruntung, Anda bisa menemui langsung sosok orang-orang yang Anda anggap telah berhasil dan menimba ilmu pada mereka dengan berbincang-bincang dll.
Namun jika hal itu susah dilakukan, Anda juga dapat belajar pengalaman orang-orang sukses dengan cara membaca biorgafi-biografi mereka. Dari mereka, Anda akan paham bahwa jalan memulai usaha itu tidaklah mudah. Ada proses berliku, naik dan turun, terjal, yang mau tidak mau harus dilewati jika ingin berhasil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar