Kamis, 10 Desember 2015

Kuliah Drop-Out, Usaha Pertama Gagal, Tapi Sukses Jadi Jutawan.

Meski Kuliah Drop-Out, Usaha Pertama Gagal, Tapi Sukses Jadi Jutawan. Sekedar keberuntungankah? Jika di cerita fiksi mungkin jawabannya Iya, sayangnya ini adalah dunia nyata dan jawabannya tentu saja TIDAK..! atau bukan kebetulan.

Bill Gates, adalah orang-nya. Saat ini ia dikenal sebagai pengusaha kelas kakap yang memiliki perusahaan raksasa, terkenal cerdas, dan berlimpah harta. Kisah hidup yang sempat membuatnya berada di titik terendah sering menjadi inspirasi para pelaku usaha.
Mungkin tidak banyak yang menyangka, dibalik kekayaan dan kecerdasannya, miliuner pendiri Microsoft itu sempat Drop Out (DO) dari Universitas. Seperti layaknya mahasiswa lain yang DO, Gates juga sempat dianggap sebagai orangyang tidak akan sukses setelah DO dari Harvard. 

Tapi kenyataan berkata lain Sekarang namanya sering dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Bagaimana ceritanya mahasiswa yang DO ini bisa menjadi kaya raya, bahkan sering dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia?

Perlu Anda ketahui, meski sempat DO, Gates bukanlah seorang pemalas dan bodoh. Sejak usia muda sudah sangat suka belajar. Dia bahkan sempat tamat membaca World Book Encylopedia dari seri awal sampai akhir di usia sekitar 10 tahun.

Kegemaran membacanya itu juga didukung oleh orang tuanya yang selalu membelikan berbagai macam buku bacaan. Konon, Gates sudah mulai kritis terhadap masalah bisnis dengan sering menanyakan topik-topik bisnis dan peristiwa dunia sejak awal usia belasan tahun.

Karena kecerdasannya, Gates muda masuk di sekolah eksklusif, Lakeside School. Disitu ia juga dikenal sebagai siswa yang sangat pandai dan gemar membaca buku. Meski demikian Gates selalu meluangkan waktu untuk berpetualang dan menyalurkan hobinya "mengutak atik komputer". 

Saking senangnya dengan komputer, Gates bahkan pernah menghabiskan beberapa malam di University of Washington hanya untuk main komputer gratis. Selain itu, dia juga sempat bekerja paruh waktu sebagai programmer disebuah power plant, selatan Washington.

Mungkin karena merasa memiliki pasion di bidang komputer, Gates kemudian membuka usaha sendiri. Namun sayangnya bisnis pertama Gates yang bernama Traf-O-Data itu gagal total.

Sampai sini bisa kita simpulkan bahwa perjalanan Bill Gates sama sekali tidak mulus. Namun ia juga bukan orang yang bodoh, penakut, ataupun pemalas. Buktinya, di sekolahnya dulu dia dikenal sebagai siswa yang cerdas, berprestasi dan rajin membaca. Diluar sekolah, ia gemar berpetualang dan berani mendirikan usaha. 

Lantas, kanapa Gates DO dari Universitas Harvard?

Gagal dari usaha pertama tidak membuat Bill Gates muda murung dan mengundurkan diri dari dunia usaha. Dibantu temannya, Paul Allen, Gates memutuskan untuk kembali memulai usaha dibidang yang ia sukai (komputer) dan mendirikan Microsoft.

Berbeda dengan usaha pertamanya, Microsoft ternyata mampu bertahan, bahkan terus berkembang menjadi raja software. Hal tersebut tentu menyita banyak waktu dan tenaga Gates.

Setelah melalui banyak pertimbangan akhirnya Gates memutuskan untuk DO dari Universitas Harvard dan fokus menggarap usahanya. Sebuah keputusan yang tentu saja berat baginya dan keluarganya.

Dilain waktu, Gates sendiri pernah menyatakan penyesalan karena tidak sempat menyelesaikan kuliahnya. Dia pun meminta agar para mahasiswa tidak mengikuti jejaknya. Menurut dia, peluang sukses menjadi lebih tinggi jika seseorang lulus sarjana.

"Musim panas ini, ada lebih dari dua juta mahasiswa di Amerika Serikat mencapai apa yang tak pernah kuselesaikan. Mereka lulus kuliah. Itu adalah prestasi yang harus dirayakan. Meskipun aku DO kuliah dan beruntung mengejar karir di bidang software, meraih gelar sarjana adalah langkah yang jauh lebih pasti untuk sukses," tulis Gates seperti dikutip dari blognya, Jumat (5/6/2015).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar