Selasa, 29 Desember 2015

Inilah Cara Pasti Untuk Memaksimalkan Penjualan

Sebelum membahas tentang trik, tips atau cara pasti untuk memaksimalkan penjualan, saya ingin menegaskan bahwa penjualan adalah tanda kehidupan dari sebuah usaha.

Sebuah usaha, apalagi usaha retail atau jual beli dapat dipastikan mampu bertahan jika penjualannya lancar. Disisi lain, sebuah usaha akan segera tutup tikar jika penjualannya tidak seimbang dengan jumlah pengeluarannya.

Jika Anda seorang pelaku usaha, Anda pasti memahami hukum ini. Dan saya yakin, Anda juga tahu bahwa salah satu indikator sebuah usaha dapat berkembang besar dapat dilihat jumlah penjualan yang terus meningkat.

Jika Anda ingin memaksimalkan penjualan produk Anda dan meningkatkan hasil penjualannya, maka ada beberapa cara yang perlu Anda pertimbangkan. Agar tidak terlalu panjang, Inilah Beberapa Cara Pasti Untuk Memaksimalkan Penjualan :

1. Jadilah Orang Jujur 

Image adalah hal yang mutlak bagi pengusaha, terutama untuk pelaku usaha baru atau pelaku usaha dengan sekala kecil dan menengah. Dan image sebagai orang yang jujur adalah sebaik-baik image dimata pelanggan.

Kabar baiknya, image itu dapat diciptakan. Namun saya tidak menyarankan Anda untuk berpura-pura jujur untuk membuat image tersebut. Karena seperti kata pepatah, "sebaik-baik bangkai dipendam pasti akan tercium juga baunya"

Jika Anda hanya berpura-pura jujur untuk membuat image jujur, maka akan ada waktunya kepura-puraan itu terbongkar. Dan saat itu terjadi, image Anda akan jatuh hingga sulit untuk dibangkitkan lagi.

Karenanya, saya sangat menyarankan agar Anda bersikap jujur yang bukan sekedar pura-pura jujur. Tentu akan lebih baik jika dari awal Anda merintis bisnis sudah dilandasi dengan sikap jujur. Namun jika tidak, tetap tidak ada kata terlambat untuk mulai jujur.

Pertanyaannya : "Bagaimana Cara Menunjukkan Sikap Jujur Agar Berkesan Di Hati Pelanggan?"
 
Menunjukkan sikap jujur bagi seorang pengusaha dapat dilakukan dengan berbagai cara. Namun yang paling jelas dan berdampak pada kinerja “mesin” usaha adalah dengan menerapkan sistem pengelolaan yang trasnparan.

Selain itu juga ada sikap jujur yang dapat berdampak pada psikologis konsumen, yaitu dengan cara memberikan harga yang wajar dan memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen.

Kedua hal itu merupakan faktor utama yang dapat membuat konsumen Anda merasa senang dan memunculkan kesetiaan mereka. Karena konsumen yang merasa senang pasti akan membeli produk Anda dengan rasa puas.

Rasa puas itulah yang pada gilirannya membuat mereka menandai usaha Anda sebagai tempat terbaik untuk berbelanja. Dan bukan tidak mungkin mereka juga akan mereferensikan usaha Anda kepada keluarga dan rekan-rekannya.

2. Buatlah Pelanggan Anda Merasa Istimewa. 

Membuat pelanggan merasa diistimewakan adalah hal penting yang dapat membuat mereka semakin setia dengan usaha Anda dan produk-produk yang Anda jual didalamnya.

Ada banyak cara agar pelanggan Anda merasa diistimewakan. Mulai dari diskon hingga ucapan hari raya. Yang perlu Anda lakukan disini adalah memahami kapan Anda harus memberikannya.

Jika Anda terus menerus memberikan diskon tentu Anda tidak bisa mendapatkan pemasukan yang besar. Namun disisi lain, diskon juga dapat memancing pelanggan untuk merefrensikan usaha Anda kepada kerabatnya.

Beberapa pelaku usaha ritel sudah memahami pentingnya diskon dan problematikanya. Untuk mengatasinya mereka membuat sistem diskon khusus yang dapat meningkatkan kesetiaan para pelanggannya. Mereka memberikan diskon semacam itu dengan cara "mengikat" pelanggan menggunakan member card. Pernah dengar?

Jadi, setiap pembeli yang memiliki kartu member atau member card akan diberikan diskon khusus. Jika memungkinkan, saya sarankan Anda untuk meniru cara tersebut.

3. Jangan Ragu Untuk Beriklan

Sangat disayangkan bahwa masih ada pelaku usaha yang masih enggan untuk memasang iklan. Padahal dengan beriklan Anda dapat menarik banyak konsumen baru sekaligus mempertahankan loyalitas konsumen Anda.

Dengan beriklan berarti Anda telah menunjukkan bahwa Anda serius untuk memasarkan produk-produk Anda. Semakin sering produk Anda melintas diberbagai media iklan yang ada, maka konsumen akan semakin teringat terus tentang produk Anda.

Namun Anda juga harus tetap memperhatikan kondisi keuangan perusahaan. Jangan memaksakan mengeluarkan biaya iklan secara besar-besaran jika kondisi keuangan belum memungkinkan.

Tapi itu bukan halangan untuk Anda beriklan. Karena sekarang sudah ada berbagai media social seperti Facebook, Twitter, Instagram, dst. Semua media itu gratis dan dapat dimanfaatkan sebagai media iklan.

Bahkan baru-baru ini ada pengamat yang mengatakan bahwa iklan melalui media ternyata tidak kalah efektif dari media-media konvensional. Mungkin karena itulah sekarang semakin banyak pengusaha yang membuka lowongan “social media marketing” dengan syarat “familiar dengan facebook, twitter, instagram, youtube, dst”.


Demikianlah beberapa Cara Pasti Untuk Memaksimalkan Penjualan. Semoga bermanfaat dan salam usahawan....!!

Minggu, 27 Desember 2015

Tips Mempertahankan Usaha Kuliner

Tips Mempertahankan Usaha Kuliner. Usaha Kuliner memang merupakan jenis usaha yang "secara teori" selalu memiliki prospek positif. Alasannya tentu karena selama manusia masih hidup, selama itu juga manusia butuh makan.

Sebagai sebuah kebutuhan dasar yang paling utama, maka setiap hari manusia akan makan. Dalam satu hari saja, dalam keadaan normal umumnya manusia akan makan sebanyak dua sampai tiga kali, bahkan ada yang lebih.

Karenanya, perputaran uang di usaha ini sangatlah cepat. Jadi jangan heran jika usaha kuliner selalu menjadi primadona bagi pelaku usaha baru yang ingin cepat mengumpulkan pundi-pundi Rupiah.

Namun, banyaknya persaingan antar pelaku usaha kuliner di luar sana sering membuat pelaku usaha lain (baik itu baru ataupun lama) terpaksa "menyingkir". Pertanyaannya kemudian adalah ; Bagaimana Tips Mempertahankan Usaha Kuliner Anda agar tetap eksis dan mampu menghasilkan banyak keuntungan?

Berikut kami berikan beberapa cara agar usaha kuliner Anda dapat bertahan lama dan menghasilkan banyak uang :

Pertama, untuk mempertahankan usaha kuliner ataupun membesarkannya, Anda harus memiliki sebuah sistem yang mampu membuat usaha Anda tetap bisa berjalan walaupun Anda tidak ada. Sistem tersebut harus dibangun dengan kebutuhan usaha kuliner Anda. Mulai dari masalah pemesanan bahan baku, dapur, hingga kasir.

Untuk mengurus masalah bahan baku misal. Dari pada selalu menugaskan orang kepercayaan untuk mengambil bahan baku, Anda juga dapat menjalin kerjasama langsung dengan suplayer bahan baku segar.untuk rutin mengirim bahan baku ke dapur usaha Anda.

Agar tidak diakali oleh mereka, saran saya Anda harus membuat MoU (dengan kekuatan hukum), yang mencakup point-point penting kesepakatan, berikut hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Selanjutnya untuk masalah dapur Anda juga dapat membuat standar baku masakan / racikan bumbu yang dapat diikuti oleh siapapun orang yang bertanggung jawab di dapur. Cara ini biasanya dilakukan oleh usaha-usaha kuliner yang sudah bermetamorfosa menjadi franchise.

Kemudian di masalah kasir dan keuangan. Buatlah aturan yang jelas tentang masalah sensitif ini. Untuk masalah kasir, saat ini sudah banyak mesin penghitung cepat yang memiliki record barang keluar dan masuk.  Namun itu saja tidak cukup.

Agar tidak ada kecurangan, anda juga harus mengetahui berapa jumlah produksi barang riil dan pengeluaran asli yang dibuktikan dengan record itu dalam sebuah buku laporan.

Kedua, selain masalah sistem, untuk mempertahankan usaha kuliner Anda juga harus mampu mempertahankan kualitas dan cita rasa masakan. Disinilah pentingnya membuat setandar baku racikan / bumbu seperti yang banyak dilakukan oleh franchise-franchise.

Demikian Tips-Mempertahankan-Usaha-Kuliner yang Admin sajikan, semoga bermanfaat...

Minggu, 20 Desember 2015

Usaha Sampingan Dosen yang Sesuai Dengan Status Sosialnya.

Apa usaha sampingan dosen yang sesuai dengan status sosialnya, cocok dengan kapasitasnya di dunia akademik, dan dapat menunjang karir? Kira-kira itulah pertanyaan teman saya (seorang dosen muda) yang menjadi inspirasi tulisan ini.

Sebenarnya, hampir semua jenis usaha sampingan atau usaha rumahan dapat dijalankan oleh orang yang berprofesi sebagai dosen. Namun disini saya tidak akan membahas semua jenis usaha sampingan tersebut.

Disini saya akan loncat langsung ke kesimpulan hasil obrolan saya dengan kawan dosen muda tersebut. Menurut dia, dari sekian jenis usaha sampingan mungkin usaha Penyedia Jasa Training adalah yang terbaik.

Sebagai seorang Akademisi, seorang dosen tentu memiliki kemampuan yang mumpuni dalam hal teori. Inilah daya tawar pertama yang nantinya akan sangat membantu dalam membesarkan usaha sampingan dosen.

Misal, Anda seorang dosen Akutansi. Maka akan sangat mudah bagi Anda untuk menyampaikan materi tentang Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Standar Akuntansi Keuangan (SAK) atau Standar Akuntansi Keuangan Entitas tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP).

Padahal, diluar sana ada banyak sekali orang atau instansi yang membutuhkan kemampuan penyusunan SAK ETAP tersebut. Disinilah celah usaha terbentang. Dan sebagai "Dosen" tentu Anda memiliki nilai plus dibandingkan dengan orang lain bukan?

Jika bukan dosen Akuntansi, apa masih ada peluang untuk menjalankan usaha sampingan dosen ini? Jawabannya tentu saja masih. Karena ada banyak sekali orang diluar sana yang membutuhkan ilmu. Tugas usaha Anda hanya mencarinya, kemudian menawarkan jasa pengetahuan Anda sendiri.

Bagaimana jika Anda sudah diangkat menjadi PNS dan ada peraturan "Dosen PNS tidak boleh merangkap sebagai Direktur Perusahaan?" Apakah Anda masih memiliki peluang untuk memainkan usaha ini?

Jawabannya tentu masih. Ada beberapa opsi bagi seorang Dosen PNS yang ingin mencari tambahan dengan keahlian dan pengetahuannya. Pertama, dengan menjalin kerjasama dengan penyedia jasa training lain. Jadi disini Anda berperan sebagai seorang partner / pemateri saja.

Kedua, Anda tetap bisa mendirikan perusahaan penyedia jasa training sebagai usaha sampingan dosen. Namun dengan memposisikan diri sebagai pemilik saja. Sedang untuk posisi Direktur dll, diisi oleh orang lain.

Dari pengamatan saya terhadap beberapa web lembaga penyedia jasa training, rata-rata mereka menawarkan jasa trainiing dengan nilai cukup tinggi. Mulai dari ratusan ribu dengan ketentuan jumlah peserta memenuhi kuota, sampai jutaan rupiah dengan minimal peserta hanya tiga atau dua orang saja.

Demikianlah sedikit sharing saya tentang Usaha Sampingan Dosen yang Sesuai Dengan Status Sosialnya yang terinspirasi langsung dari seorang kawan (dosen muda), dengan status non PNS dan gaji lebih rendah dari tuntutan buruh di Jakarta.

Sebagai orang yang "bukan dosen" dan berbicara tentang dunia dosen, tentu saya tidak memiliki pengalaman menjalankan usaha penyedia jasa training dengan posisi seperti yang saya gambarkan diatas. Namun pengalaman saya pernah bekerja dengan lembaga traiining milik seorang dosen.

Jumat, 11 Desember 2015

Belajar Dari Sony Corporation.

Sony Corporation, sebuah perusahaan multinasional yang bermarkas di Tokyo - Jepang ini tentu tidak asing bagi Anda. Ya, Sony adalah salah satu merek terkemuka di pasar elektronik. Perusahaan ini memiliki berbagai macam produk yang sangat diminati oleh masyarakat modern.

Tapi tahukah Anda bahwa Sony Corporation berasal dari sebuah usaha gagal? Kantor berita Antara pada pertengahan tahun 2015 mencatat bahwa Sony Corporation itu berawal dari sebuah sebuah rice cooker. Saat itu, Sony Corporation masih bernama Tokyo Telecommunications Research Institute yang dikenal dengan Tokyo Tsushin Kenkyujo (Totsuken).

Ceritanya, sekitar tahun 1945'an, saat perang dunia II baru saja berakhir, kontraktor Masaru Ibuka mendirikan perusahaan tersebut di sebuah lantai Departement Store yang rusak. Saat itu, bentuk usaha yang dijalankan masih kecil dan tidak fokus.

Disuatu waktu Totsuken terbuka sebagai perusahaan yang bekerja untuk memperbaiki radio, dilain waktu perusahaan tersebut juga berusaha membuat produk sendiri. Salah satunya adalah penanak nasi listrik. Penanak nasi tersebut terbuat dari elektroda aluminium yang terhubung ke bagian bawah bak kayu. 

Jangan bayangkan produknya itu sudah canggih seperti produk-produk Sony saat ini. Karena kenyataannya rice cooker tersebut masih jauh dari katagori layak. Setiap kali digunakan untuk menanak nasi, kalau hasilnya tidak gosong ya nasi itu tidak masak / mentah.

Produk tersebut minim inovasi. Karenanya, rice cooker atau penanak nasi itu tidak pernah mampu menggebrak pasar. Konon, produk pertama itu hanya laku sebanyak 100 unit. 

Namun kegagalan atas produk pertama itu tidak membuat Ibuka menyerah. Ia masih saja berusaha menciptakan barang-barang lain. Hingga akhirnya, pada tahun 1944, Ibuka bertemu dengan Akio Morita, seorang letnan Angkatan Laut yang memiliki hobi dibidang elektronik dan telah lulus dari Departemen Fisika di Osaka Imperial University.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 7 Mei 1946, Ibuka yang telah berumur 38 tahun menjalinn kerjasama dengan Morita yang saat itu baru berumur 25 tahun. Mereka mendirikan Tokyo Tsushin Kogyo KK atau Tokyo Telecommunications Engineering Corporation.

Keduanya memproduksi Power Megaphone, tape recorder G-Type dan portable tape recorder P-Type. Dalam kerjasama tersebut, Morita diberi peran yang tidak kecil. Ia menangani masalah pemasaran, keuangan, hingga sumber daya manusia. Morita memberikan kontribusi ke hampir seluruh sendi mangement perusahaan dan menjadi pelopor agar perusahaan tersebut masuk ke dalam bisnis perangkat lunak.

Dorongan untuk mengembangkan usahanya secara global kemudian membuat mereka memutuskan untuk mengubah nama perusahaan. Tepat pada 1959, Morita mengusulkan agar nama Tokyo Tsushin Kogyo diganti dengan Sony.

Tentu saja usul tersebut tidak serta merta diterima dengan baik. Saat itu, di negeri sakura nama Tsushin Tokyo Kogyo sudah mulai terkenal. Namun akhirnya usul tersebut diterima. Akhirnya, di tahun 1960, Sony Corporation resmi didirikan.

Hingga saat ini perusahaan tersebut telah menciptakan berbagai macam alat yang sangat digemari masyarakat modern. Mulai dari radio transistor yang kemudian dikembangkan menjadi televisi, VCR, Betamax, Walkman, PlayStation, Cybershot, VAIO dan ponsel-ponsel dibawah naungan Sony Ericsson Mobile Communications.

Kamis, 10 Desember 2015

Kuliah Drop-Out, Usaha Pertama Gagal, Tapi Sukses Jadi Jutawan.

Meski Kuliah Drop-Out, Usaha Pertama Gagal, Tapi Sukses Jadi Jutawan. Sekedar keberuntungankah? Jika di cerita fiksi mungkin jawabannya Iya, sayangnya ini adalah dunia nyata dan jawabannya tentu saja TIDAK..! atau bukan kebetulan.

Bill Gates, adalah orang-nya. Saat ini ia dikenal sebagai pengusaha kelas kakap yang memiliki perusahaan raksasa, terkenal cerdas, dan berlimpah harta. Kisah hidup yang sempat membuatnya berada di titik terendah sering menjadi inspirasi para pelaku usaha.
Mungkin tidak banyak yang menyangka, dibalik kekayaan dan kecerdasannya, miliuner pendiri Microsoft itu sempat Drop Out (DO) dari Universitas. Seperti layaknya mahasiswa lain yang DO, Gates juga sempat dianggap sebagai orangyang tidak akan sukses setelah DO dari Harvard. 

Tapi kenyataan berkata lain Sekarang namanya sering dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Bagaimana ceritanya mahasiswa yang DO ini bisa menjadi kaya raya, bahkan sering dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia?

Perlu Anda ketahui, meski sempat DO, Gates bukanlah seorang pemalas dan bodoh. Sejak usia muda sudah sangat suka belajar. Dia bahkan sempat tamat membaca World Book Encylopedia dari seri awal sampai akhir di usia sekitar 10 tahun.

Kegemaran membacanya itu juga didukung oleh orang tuanya yang selalu membelikan berbagai macam buku bacaan. Konon, Gates sudah mulai kritis terhadap masalah bisnis dengan sering menanyakan topik-topik bisnis dan peristiwa dunia sejak awal usia belasan tahun.

Karena kecerdasannya, Gates muda masuk di sekolah eksklusif, Lakeside School. Disitu ia juga dikenal sebagai siswa yang sangat pandai dan gemar membaca buku. Meski demikian Gates selalu meluangkan waktu untuk berpetualang dan menyalurkan hobinya "mengutak atik komputer". 

Saking senangnya dengan komputer, Gates bahkan pernah menghabiskan beberapa malam di University of Washington hanya untuk main komputer gratis. Selain itu, dia juga sempat bekerja paruh waktu sebagai programmer disebuah power plant, selatan Washington.

Mungkin karena merasa memiliki pasion di bidang komputer, Gates kemudian membuka usaha sendiri. Namun sayangnya bisnis pertama Gates yang bernama Traf-O-Data itu gagal total.

Sampai sini bisa kita simpulkan bahwa perjalanan Bill Gates sama sekali tidak mulus. Namun ia juga bukan orang yang bodoh, penakut, ataupun pemalas. Buktinya, di sekolahnya dulu dia dikenal sebagai siswa yang cerdas, berprestasi dan rajin membaca. Diluar sekolah, ia gemar berpetualang dan berani mendirikan usaha. 

Lantas, kanapa Gates DO dari Universitas Harvard?

Gagal dari usaha pertama tidak membuat Bill Gates muda murung dan mengundurkan diri dari dunia usaha. Dibantu temannya, Paul Allen, Gates memutuskan untuk kembali memulai usaha dibidang yang ia sukai (komputer) dan mendirikan Microsoft.

Berbeda dengan usaha pertamanya, Microsoft ternyata mampu bertahan, bahkan terus berkembang menjadi raja software. Hal tersebut tentu menyita banyak waktu dan tenaga Gates.

Setelah melalui banyak pertimbangan akhirnya Gates memutuskan untuk DO dari Universitas Harvard dan fokus menggarap usahanya. Sebuah keputusan yang tentu saja berat baginya dan keluarganya.

Dilain waktu, Gates sendiri pernah menyatakan penyesalan karena tidak sempat menyelesaikan kuliahnya. Dia pun meminta agar para mahasiswa tidak mengikuti jejaknya. Menurut dia, peluang sukses menjadi lebih tinggi jika seseorang lulus sarjana.

"Musim panas ini, ada lebih dari dua juta mahasiswa di Amerika Serikat mencapai apa yang tak pernah kuselesaikan. Mereka lulus kuliah. Itu adalah prestasi yang harus dirayakan. Meskipun aku DO kuliah dan beruntung mengejar karir di bidang software, meraih gelar sarjana adalah langkah yang jauh lebih pasti untuk sukses," tulis Gates seperti dikutip dari blognya, Jumat (5/6/2015).

Minggu, 06 Desember 2015

Ingin Sukses Mempertahankan Eksistensi Usaha? Begini Caranya

Ada yang bilang Mempertahankan Eksistensi Usaha itu jauh lebih susah dari pada membangun usaha. Mungkin kata-kata tersebut tidak berlebihan. Kenyataannya, berhasil merintis sebuah usaha ternyata belum bisa menjanjikan kesuksesan bagi pelakunya.

Tidak sedikit pelaku usaha yang gigit jari ketika melihat usaha yang dirintisnya dengan penuh harapan akhirnya harus gulung tikat karena tidak sanggup menghadapi cobaan dan gempuran pasar yang semakin pesat. Saya yakin, sebenarnya mereka tidak ingin usahanya gulung tikar. Namun ketidak mampuan dalam mempertahankan eksistensi usaha ditengah gempuran pasar itu membuat mereka terpaksa menutup usahanya.

Jika Anda termasuk seorang pelaku usaha yang memperhatikan gejala pasar, Anda akan menyadari bahwa tingginya persaingan pasar dan besarnya tuntutan konsumen selalu membuat usaha mempertahankan eksistensi usaha tidak lebih mudah daripada merintis sebuah usaha.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan beberapa tips penting bagi Anda yang Ingin Sukses Mempertahankan Eksistensi Usaha. Begini Caranya :


1. Senantiasa Peka Terhadap Pasar.

Senantiasa Peka Terhadap Pasar artinya, sebagai pengusaha Anda harus berusaha memahami kecenderungan masyarakat yang Anda bidik, atau konsumen Anda. Meskipun saat ini usaha Anda sedang diatas angin, jika Anda mengabaikan kecenderungan para konsumen, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat Anda merasa kewalahan dan tertinggal oleh pelaku usaha lain yang lebih memahami konsumen Anda.

Jika Anda tidak ingin konsumen Anda berpindah arah, maka pahamilah mereka. Bagaimana cara memahami mereka? Tentu Anda harus memahami trend umum kelas masyarakat yang menjadi pasar Anda. Ingat, manusia selalu mengkuti kelompoknya.

Adapunb usaha riill untuk memahami hal tersebut dapat Anda lakukan dengan senantiasa mengupdate informasi-informasi yang terkait dengan kelompok masyarakat yang menjadi target pasar Anda. Di era informasi ini saya kira usaha itu tidak terlalu susah.


2. Berusahalah Untuk Menjadi Solusi Bagi Konsumen.

Setelah Anda berusaha memahami kecenderungan para konsumen Anda, tentu Anda akan melihat berbagai macam masalah yang mereka hadapi. Jika Anda ingin menjadi pengusaha besar, sebaiknya Anda jangan bersikap tertutup dan melimpahkan semua masalah itu kepada konsumen.

Ketika usaha Anda dapat hadir dengan sebuah solusi bagi permasalahan konsumen, maka seketika itu juga usaha Anda mulai diperhitungkan oleh mereka. Jika strategi ini dapat Anda terapkan dengan tepat, baik dalam hal prosedur, pelayanan, produk, hingga iklan, maka dapat dipastikan loyalitas konsumen Anda akan semakin meningkat.


3. Ikuti Perkembangan Pasar.

Memahami kecenderungan konsumen hingga mengetahui permasalahan atau kebutuhan mereka mungkin sangat berat dilakukan oleh pelaku usaha yang masih berada dalam tahap awal. Jika Anda termasuk yang berada ditahap tersebut, tidak usah khawatir. Masih ada cara kedua yang lebih mudah, yaitu dengan Mengikuti Perkembangan Pasar.

Langkahnya juga cukup praktis, Anda hanya tinggal mengikuti perkembangan trend pasar yang diminati para konsumen. Misal, Ramadhan tahun lalu saya melihat trend mukena bali di daerah saya. Sebenarnya, di beberapa kota besar trend tersebut sudah lewat sejak tahun sebelumnya. Namun di daerah saya, trend tersebut baru mencapai puncaknya di tahun kemarin. Saya mengerti hal itu karena melihat banyaknya wanita mudah yang mengenakan mukena bali.

Dengan presentase wanita muda yang mengenakan mukena bali 30% banding yang masih mengenakan mukena lama sejumlah 70%, saya yakin dalam waktu singkat kelompok 70% ini akan mencari mukena bali mengikuti trend mukena baru milik teman-temannya.

Maka saat itu juga saya memutuskan untuk mencari mukena bali dan membelinya dengan harga grosir kemudian saya pamerkan, beserta iklan dan bahasa promo di etalase toko kecil depan rumah. Dan ternyata keyakinan saya terbukti.

Kata salah satu motivator bisnis, dalam setiap bulan akan selalu ada trend baru. Ikuti trend itu maka cepat atau lambat Anda akan bisa mengetahui minat dan arah pasar. Semakin sering Anda dapat memenuhi keinginan pasar, maka akan semakin besar pula peluang yang Anda ciptakan untuk memenangkan persaingan dan mempertahankan eksistensi usaha Anda.


4. Amati Gerakan Pesaing Anda.

Seperti halnya mata-mata, adakalanya Anda harus mengamati gerakan para pesaing Anda. Sikap terlalu percaya diri dan menganggap gerakan pesaing Anda selalu berada dibelakang bisa berakibat fatal bagi perkembangan usaha yang syarat akan persaingan.

Dengan mengamati usaha pesaing Anda, maka Anda dapat mengetahui seberapa besar ancaman akan muncul. Mengetahui secara awal seperti itu dapat memberi anda ruang untuk menyiapkan strategi guna menghadapi tantangan tersebut. Jika langkah ini dapat Anda jalankan dengan baik, maka besar kemungkinan Anda untuk dapat mempertahankan eksistensi usaha di tengah gempuran persaingan pasar.

Selain itu, mengetahui pergerakan para pesaing secara tidak langsung juga dapat membuat Anda termotivasi untuk mencari ide-ide baru dan menciptakan inovasi-inovasi yang mampu membuat usaha Anda menjadi pemenang ditengah derasnya persaingan.


5. Fokus Mengembangkan Usaha.

Disadari atau tidak, sebenarnya dalam dunia usaha, memata-matai dan dimata-matai sebenarnya adalah hal yang biasa. Maka ketika Anda berusaha memahami gerakan pesaing Anda, maka Anda juga harus siap diamati oleh pesaing-pesaing Anda.

Namun jangan khawatir, dunia Anda adalah dunia usaha, bukan dunia mata-mata. Jadi, jangan habiskan waktu Anda untuk menghawatirkan pesaing-pesaing Anda yang sedang berusaha memahami langkah-langkah usaha Anda. Tetaplah fokus untuk mempertahankan eksistensi usaha Anda.


6. Terus Perluas Jaringan Anda.

Sebagaimana sering saya katakan, relasi atau jaringan merupakan salah satu nafas utama dari sebuah usaha. Bahkan ada yang mengatakan, semakin banyak jaringan maka akan semakin banyak rejeki. Atau silahturahmi (membuka dan mempererat jaringan) akan mendatangkan rejeki.

Semua pernyataan tersebut memang sangat pas bagi para pelaku usaha. Dengan selalu menjaga dan memperluas jaringan Anda, maka akan semakin besar pula peluang-peluang yang dapat Anda dapatkan sebagai tangga menuju kesuksesan.

Demikianlah beberapa cara yang mungkin perlu Anda lakukan jika Ingin Sukses Mempertahankan Eksistensi Usaha. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo Mulai Usaha...!!

Sabtu, 05 Desember 2015

Beberapa Peluang Usaha Rumahan yang Perlu Anda Pertimbangkan.

Saat artikel Beberapa Peluang Usaha Rumahan yang Perlu Anda Pertimbangkan ini dibuat, tepatnya dibulan Desember 2015, trend wirausaha sepertinya sedang naik daun di Indonesia.

Beberapa waktu yang lalu ada pengamat yang mengatakan bahwa hal itu adalah fenomena yang sangat bagus mengingat sebentar lagi Indonesia akan memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Secara pribadi saya juga memandang bahwa besarnya semangat wirausaha yang muncul akhir-akhir ini perlu di apresiasi.

Beberapa saat yang lalu saya sempat sharing dengan ibu-ibu komplek yang mengeluhkan naiknya beberapa kebutuhan pokok dan ingin membuka yang bisa dijalankan dirumah. Secara singkat ada beberapa ide usaha rumahan yang saat itu sempat kami diskusikan.

Jika Anda ingin membuka usaha rumahan, inilah Beberapa Peluang Usaha Rumahan yang Perlu Anda Pertimbangkan :


1. Usaha Dibidang Kuliner

Jika Anda termasuk golongan orang-orang yang suka dengan dunia masak-memasak, jenis usaha ini perlu Anda pertimbangkan. Selain karena sejalan dengan "hobi", usaha kuliner juga merupakan salah satu bidang usaha yang tidak akan pernah mati.

Dengan kata lain, usaha ini adalah usaha yang akan selalu potensial sepanjang zaman. Mengapa demikian? Karena yang namanya kuliner atau makanan merupakan kebutuhan yang paling pokok bagi manusia manapun. Kebutuhan kebutuhan lain, meskipun sifatnya primer seperti sandang (pakaian) dan papan (properti) menempati posisi setelah urusan perut ini.

Ada beberapa macam jenis usaha kuliner rumahan yang bisa Anda jalankan. Mulai dari usaha warung makan atau bahkan catering, usaha jajanan pasar dengan target anak-anak dan ibu-ibu komplek, usaha kue yang sangat cocok untuk masyarakat modern, hingga usaha jus buah yang bisa masuk di kota sampai desa.


2. Jasa Laundry

Urusann cuci-mencuci memang sering menjadi hal yang menyebalkan, apalagi bagi orang-orang yang disibukkan dengan pekerjaan, kuliah dan kegiatan-kegiatan lain. Karenanya tidak heran jika akhir-akhir ini usaha Laundry merebak bak jamur dimusim hujan.

Jika rumah tempat tinggal Anda berdekatan dengan mes karyawan pabrik, kos-kosan mahasiswa ataupun pegawai, maka jenis usaha ini perlu Anda pertimbangkan. Menurut pengamatan saya, kedepan usaha ini akan semakin rame karena orang yang sibuk dengan pekerjaan akan semakin banyak. Hasilnya orang yang membutuhkan jasa laundry juga akan semakin banyak.


Bahkan sekarang saja sudah banyak usaha laundry yang menjadi waralaba laundry. Beberapa diantaranya sudah memiliki brand yang cukup terkenal. Jadi, kesempatan Anda untuk membuka laundry semakin mudah. Jika Anda memiliki cukup modal, maka cukup beli saja salah satu waralaba laundry yang sudah terkenal itu.


3. Buka Jasa Les / Privat

Disadari atau tidak, tuntutan Ujian Nasional (UN) yang diselenggarakan oleh pemerintah telah membuat banyak orang tua yang khawatir dengan prestasi akademik putra putrinya. Mereka takut kalau sampai nilai anaknya jeblok / jelek dan mereka tidak lulus ujian.

Jika Anda jeli, mungkin sejak dahulu Anda sudah bisa menyadari bahwa hal ini merupakan peluang usaha yang cukup menjanjikan. Ya, Anda bisa membuka jasa Bimbingan Belajar atau Les / Privat. Modalnya tidak banyak, umumnya Anda hanya butuh bekal ilmu pengetahuan dan anda sudah bisa menjalankan usaha ini. 

Bagaimana jika Anda merasa kurang menguasai pelajaran? Anda masih tetap bisa menjalankan usaha ini dengan mempekerjakan orang-orang yang ahli di mata pelajaran tersebut. Orang-orang tersebut dapat dicari dari para mahasiswa, pengangguran berpendidikan S1 (yang kini semakin banyak), atau para guru.

Selain itu, Anda juga tidak harus fokus pada matapelajaran yang susah-susah saja. Anda bisa menawarkan jasa Les / Privat untuk pelajaran lain, misal Baca Tulis al-Qur'an, Bermain Piano, Gitar, Menari, Menjahit, dan hal-hal lain yang Anda senangi atau kuasai.


4. Salon

Berias kini juga semakin menjadi trend, bukan hanya dikalangan sosialita, namun juga dikalangan remaja. Jika Anda hobi merias diri, mungkin sekarang saatnya untuk berfikir menyalurkan hobi menjadi usaha. Ya, caranya dengan membuka salon di rumah Anda.


5. Tempat Penitipan Anak

Di beberapa kota besar, bahkan kota-kota kecil juga, tempat penitipan anak sering mengaku penuh. Ya,  jasa Penitipan Anak memang sangat potensial dijalankan di zaman modern saat ini, terutama di perkotaan. Sama seperti halnya laundry, kesibukan kerja yang terjadi setiap hari membuat para orang tua terpaksa menitipkan anaknya ke Tempat Penitipan Anak.

Dan sebagai tanda terimakasih, mereka (yang umumnya adalah orang kaya) rela membayar tempat penitipan anak dengan harga yang mahal. Apalagi jika Anda sudah dikenal sebagai orang yang sabar,mencintai dunia anak dan religius. Tentu akan semakin banyak orang tua yang ingin anak-anaknya dapat mengikuti sifat-sifat itu dan mulai tertarik untuk menitipkan anaknya kepada anda.

Demikianlah hasil pengamatan saya tentang Beberapa Peluang Usaha Rumahan yang Perlu Anda Pertimbangkan. Semoga bermanfaat dan Ayo Mulai Usaha...!!

Jumat, 04 Desember 2015

Ditolak Toyota, Menjadi Pendiri Honda.

Tekun, Mau Belajar, dan Pantang Menyerah. Mungkin rangkaian kata itu tidak berlebihan untuk menggambarkan sosok Soichiro Honda. Ya, siapa yang tidak kenal dengan Honda? Mendengar namanya saja sudah pasti mayoritas masyarakat Indonesia, bahkan dunia tahu bahwa ia adalah orang penting di perusahaan multi-milyaran dolar. Tapi siapa sangka pendiri Honda ini pernah Ditolak oleh Toyota?

Kenyataannya, Soichiro memang seorang yang memiliki kecintaan terhadap mesin. Mungkin hal itu adalah pembawaan dari ayahnya yang sempat membuka bengkel reparasi pertanian di sebuah dusun bernama Kamyo di distrik Shizuko, Jepang.

Pada usia yang masih terbilang remaja, Soichiro pindah ke kota dan mendapat pekerjaan di Hart Shokai Company. Karya pertama Soichiro di bengkel Hart Shokai ini adalah sebuah ring piston. Setelah cukup lama kerja di Hart Shokai,  Soichiro memberanikan diri untuk keluar dan mulai menawarkan ring piston karyanya ke perusahaan besar, termasuk Toyota.

Namun penawarannya ditolak oleh Toyota, karena menurut Toyota ring piston buatan Soichiro belum memenuhi standarnya. Seperti umumnya orang berprestasi yang mengundurkan diri dari perusahaan kemudian berusaha membangun usaha sendiri namun gagal, banyak sahabat Soichiro yang menyesalkan kenapa Soichiro keluar dari bengkel milki Skaa Kibara.

Meski sempat merasakan tekanan-tekanan tersebut, Soichiro tidak putus semangat. Dua bulan setelah penolakan Toyota, ia kembali mulai menjalankan bengkelnya sendiri sambil terus mengasah pengetahuannya dengan menempuh pendidikan tentang mesin.

Kemaun besarnya untuk belajar itu terbukti tidak sia-sia, pengetahuan, informasi, ditambah dengan pengalaman riil di bengkelnya membuat Soichiro berhasil menciptakan ring piston yang diterima oleh Toyota. Segera setelah penerimaan itu ia-pun mendapatkan uang kontrak yang dimanfaatkan untuk membuka pabrik miliknya. Tapi malang memang tidak dapat dihindari, belum lama pabriknya dibangun, perang meletus yang mengakibatkan pabriknya beberapa kali terbakar.

Bahkan setelah masalah yang ditimbulkan oleh perang selesai, badai cobaan yang menghampiri Soichiro belum juga usai. Hampir setiap kali ia mencoba membangun lagi pabriknya, selalu ada masalah yang datang dan menghancurkannya.

Sampai akhirnya Soichiro mendapat masalah keuangan yang serius dan tidak mampu mendirikan usahanya lagi. Dalam kondisi yang serba susah itu, dengan sangat terpaksa ia menjual usahanya kepada Toyota.

Setelah itu, Soichiro yang hampir tidak bisa bangkit mulai menjalankan usaha kecil-kecilan dengan mengotak-atik sepeda memilknya yang digabung dengan sebuah motor kecil. Untung tak dapat dibendung, hasil kreasinya itu ternyata banyak diminati oleh tetangga dan masyarakat Jepang, dan inilah yang menjadicikal bakal hadirnya sepeda motor Honda.

Sekarang kita dapat melihat hasil usaha kecil-kecilan Soichiro telah berubah menjadi bisnis multi-milyaran dolar. Bukan hanya di Jepang, hampir di seluruh dunia (termasuk Indonesia), sangat mudah kita jumpai sepeda motor & mobil bermerek Honda yang lalu lalang di jalanan.

Ya, kegagalan Soichiro membangun usaha piston untuk Toyota justru menjadi titik balin yang membuat produk-produknya kini bersaing dengan Toyota. Semangat pantang menyerah, tidak gengsi untuk belajar, dan selalu berusaha bahkan ketika berada dititik terendah, inilah pelajaran terpenting dari sang pendiri Honda.

Akhir kata,  Soichiro juga manusia. Sama seperti kita. Jika dia bisa, kenapa kita tidak? Ayo Mulai Usaha...!!

Kiat Sukses Menjaga dan Mengembangkan Usaha

Setiap orang yang membangun usaha pasti ingin usahanya berjalan dengan baik dan berkembang menjadi besar. Namun hal-hal apa saja yang dibutuhkan agar dapat menjadi besar? Pada artikel kali ini saya akan menyajikan beberapa Kiat Sukses Menjaga dan Mengembangkan Usaha.

Sebagai bahan renungan, dari sekian banyak orang yang memutuskan untuk memulai usaha, hanya sedikit diantaranya yang mampu bertahan dan menjadi sukses sebagaimana yang diidam-idamkan. Agar Anda tidak bernasib sama dengan mereka, berikut saya sajikan beberapa Kiat Sukses Menjaga dan Mengembangkan Usaha :


1. Jaga Selalu Mimpi-Mimpi Anda

Segala bentuk keberhasilan berawal dari impian dan keyakinan yang diwujudkan dengan kerja keras. Karenanya, jangan pernah kehilangan mimpi-mimpi Anda. Jika sampai saat ini Anda belum memiliki mimpi atas usaha yang Anda jalankan, mulaihlah merumuskan mimpi-mimpi yang mulia dan pantas diperjuangkan. Hal itu akan sangat membantu Anda ketika badai masalah dan cobaan datang.

Seorang pemimpi sejati akan mengasah kemampuannya untuk menciptakan sebuah terobosan dalam bentuk produk, jasa atau ide yang akan berujung pada kesuksesan. Pantang bagi sang pemimpi sejati untuk mengatakan "Tidak Bisa" sebelum mencoba secara maksimal.


2. Perbaharui Selalu Motivasi Usaha

Pekerjaan sekeras apapun akan selalu terasa ringan jika kita memiliki motivasi yang kuat. Demikian juga dalam hal usaha. Seberat apapun kondisi yang sedang dialami, jika ada motivasi usaha yang kuat dan terjaga dengan baik, pasti akan terasa ringan untuk dijalani.

Semangat dan kegigihan merupakan modal terbesar dalam memulai sebuah mempertahankan dan memperbesar usaha. Jika Anda sudah tidak lagi memiliki bersemangat untuk mempertahankan dan memperbesar usaha, dan hanya bermalas-malasan atau merasa puas dengan pencapaian saat ini, yakinlah bahwa tak lama lagi usaha Anda akan segera mengalami penurunan.

Saran saya, pertahankanlah motivasi usaha Anda. Namun jika motivasi itu sudah tidak relevan untuk mempertahankan dan memperbesar usaha, maka perbaharuilah motivasi usaha Anda. Untuk itu, sering-seringlah mempelajari perjuangan pengusaha-pengusaha sukses.

3. Update Selalu Pengetahuan Anda

"Pengetahuan adalah kekuatan." Kiranya kata-kata tersebut tidak berlebihan. Sebagai seorang pelaku usaha, Anda juga memerlukan pengetahuan, khususnya pengetahuan seputar dunia usaha. Semakin besar usaha yang Anda jalankan maka akan semakin banyak juga tuntutan pengetahuan yang dibutuhkan.

Apalagi jika usaha Anda sudah berkembang sedemikian rupa dan akan mengembangkan sayap dengan membangun cabang atau kemitraan. Tentu Anda membutuhkan pengetahuan-pengetahuan usaha tingkat lanjut seperti masalah penyusunan sistem kerja (SOP), hukum dan ketentuan-ketentuan umum tentang kemitraan, atau bahkan pengetahuan tentang cara membaca laporan keuangan (agar Anda tidak dibodohi oleh anak buah), dst.

Tanpa memiliki pengetahuan tentang usaha, maka langkah untuk memajukan usaha yang Anda jalankan persis seperti melakukann uji coba. Ada banyak resiko yang sebenarnya dapat dihindari namun terpaksa harus dicoba dulu, hanya karena tidak mau belajar.


4. Selalu Yakin dan Berani Dalam Mengambil Keputusan

Dalam hal usaha, apapun bentuknya, yang namanya "resiko" selalu menjadi bagian dari lika-liku perkembangannya. Semakin besar mimpi atau pencapaian yang kita inginkan, maka kemungkinan resiko-resiko yang muncul juga akan semakin besar.

Umumnya, para pengusaha sukses adalah orang-orang yang berani mengambil resiko-resiko itu. Jadi saran saya, jika Anda ingin sukses maka jangan pernah takut resiko. Selama resiko itu bisa ditolerir maka maju terus pantang mundur. Tidak usah takut gagal, karena dalam beberapa biografi orang sukses, kegagalan sering menjadi batu loncatan untuk menuju sukses.


5. Kerja Cerdas.

Untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha Anda, kerja keras saja tidak cukup. Sebagai manusia Anda harus sadar bahwa ada batasan-batasan yang tidak mungkin Anda lawan. Sebuah kekuatan alam yang membuat manusia semakin lama semakin lemah.

Oleh karena itu Anda harus membuat rencana matang agar usaha Anda tetap bisa berjalan dengan baik meski Anda tidak setiap hari ada ditempat kerja. Inilah yang disebut dengan Sistem Perusahaan. Semakin baik sistem perusahaan yang Anda ciptakan maka usaha Anda akan semakin mudah berkembang dan Anda sendiri akan mudah menikmati masa pensiun kapanpun Anda mau.

Demikianlah beberapa Kiat Sukses Menjaga dan Mengembangkan Usaha yang saya sajikan. Semoga bermanfaat dan tunggu apa lagi? Ayo Mulai Usaha....!!

Rabu, 02 Desember 2015

Usaha yang Cocok Untuk Sampingan Mahasiswa

Artikel Usaha yang Cocok Untuk Sampingan Mahasiswa ini terilhami dari pengalaman saya sendiri yang dulu sempat beberapa kali mencoba usaha sampingan untuk menutup kebutuhan bulanan di tanah rantau saat masih menjadi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.

Dari pengalaman dan pengamatan saya, sebenarnya ada banyak sekali jenis usaha yang dapat dijalankan oleh mahasiswa. Kabar baiknya, umumnya janis-jenis usaha ini tidak membutuhkan modal banyak. Beberapa diantaranya bahkan tidak memerlukan modal sama sekali, karena hanya mengandalkan kratifitas kita.

Pada kesempatan ini ayomulaiusaha.blogspot.co.id akan mengajak Anda untuk membahas tentang bisnis apa saja yang kira-kira cocok untuk mahasiswa ataupun mahasiswi tentunya.

1. Jualan Pulsa

Jujur ini adalah bentuk usaha pertama yang saya jalankan saat menjadi mahasiswa. Saat itu saya memilih jualan pulsa kecil-kecilan dengan modal deposit hanya 100rb dan dipasarkan kepada teman-teman kampus / kos-kosan. 

Meski sekarang saya sudah tidak menjual pulsa, saya masih memandang usaha jual pulsa secara mandiri adalah salah satu jenis usaha yang bisa langsung jalan. Tergantung dari tekat anda. Namun usaha ini bukan tanpa resiko. Menjual kepada teman biasanya akan memunculkan beberapa efek samping, salah satunya adalah masalah pembayaran yang terlambat.

Untuk itu Anda perlu membuat strategi atau kalau memungkinkan buat juga SOP usaha Anda dan juklis / aturan main pembelian pulsanya hehehee... Dengan cara itu mungkin usaha jual pulsa Anda akan terus bertahan. (Tidak seperti usaha saya dulu).


2. Usaha Les / Privat

Jenis usaha lain yang cocok untuk mahasiswa adalah Les dan Privat. Ada banyak keuntungan dari usaha ini, Pertama; Karena bergerak dibidang jasa, Anda tidak membutuhkan banyak modal untuk memulai usaha Les dan Privat. Kedua; Anda dapat membantu teman-teman yang berprestasi dan membutuhkan penghasilan sampingan.

Sebagai mahasiswa tentu Anda memiliki banyak teman dari satu jurusan ataupun jurusan lain yang memiliki keahlian / kelebihan dalam salah satu mata pelajaran (entah itu Matamatika, Fisika, Kimia, IPA, Bahasa Indonesia, Baca al-Qur'an dll). Bayangkan, Anda bisa membantu keuangan mereka dengan memberi pekerjaan sebagai guru Les / Privat yang Anda kelola.

Sebagai informasi, berdasarkan pengalaman saya usaha Les dan Privat selalu laris manis jika menjelang ujian akhir. Selain itu, menawarkan jasa les / privat dengan portofolio tentor dari universitas dan jurusan terkenal (sesuai mata pelajaran) juga selalu menjadi nilai lebih.


3. Jualan Online

Usaha lain yang sangat mungkin dilakukan oleh mahasiswa manapun (asal terkoneksi dengan internet) adalah Jualan Online. Saat ini sudah ada banyak sekali penyedia jasa jualan online, anda tinggal memilih salah satu atau beberapa sekaligus. Membuat akun & mempost barang / jasa yang Anda tawarkan.

Selain mudah, jualan online juga relatif murah karena tidak membutuhkan lapak nyata (seperti toko dll). Namun Anda perlu mempelajari beberapa hal terkait transaksi online dan membuat aturan main yang tidak merugikan Anda sendiri.


4. Jasa Penulis

Usaha lain yang biasa dilakukann oleh mahasiswa, terutama yang kutu buku dan suka dengan wacana, adalah menawarkan jasa menulis. Anda bisa mencoba menjadi kontributor media online yang kian menjamur, atau menjadi blogger, atau yang lainnya.

Kabar baiknya, hampir semua mahasiswa akrab dengan dunia tulis menulis (seharusnya). Karena dimanapun, menulis adalah salah satu kewajiban mahasiswa. Entah itu menulis makalah, peaper, ataupun skripsi. Selain itu, menulis juga tidak membutuhkan banyak modal. Hanya kreatifitas saja...


5. Jasa Desain Grafis

Jika Anda termasuk mahasiswa kratif yang senang mengotak-atik corel, potoshop, AI dll, membuka Jasa Desain Grafis bisa menjadi salah satu jenis usaha yang mengasyikan sekaligus menguntungkan. Untuk pasarnya, Anda bisa menawarkan pada forum frilance atau bahkan kepada teman-teman sendiri. Terutama teman-teman yang tergabung pada organisasi-organisasi mahasiswa dan kepemudaan. Umumnya mereka sering membuat baju seragam / kostum dan atribut-atribut lainnya.


6. Jualan E-Book, Menjadi Blogger, Youtuber dll

Salah satu peluang usaha yang cukup digemari pengguna internet dan bisa dijalankan oleh mahasiswa yakni jualan ebook secaa online, menjadi blogger dan youtuber. Saat ini adalah eranya gadget dan smartphone, tentu saja buku elektronik, informasi dari blog dan video youtube menjadi semakin berpeluang menghasilkan uang.


Demikianlah beberapa pilihan usaha yang cocok untuk sampingan mahasiswa. Tentu akan menjadi prestasi yang luar biasa jika kita bisa mandiri secara finansial dan kuliah tetap jalan tanpa hambatan, hingga akhirnya ketika lulus kita sudah memiliki pengalaman dunia usaha yang cukup untuk memulai usaha-usaha lain yang lebih besar.

Ayo Mulai Usaha...!!

Tips Bagi Pemuda yang Ingin Memulai Usahanya.

Tips Bagi Pemuda yang Ingin Memulai Usahanya ini saya tulis berdasarkan pengalaman sendiri dan cerita dari teman-teman, khususnya para pemuda hebat yang memutuskan untuk membuka usaha sejak dini.

Memulai usaha "sejak dini" atau usia muda memang sesuatu yang luar biasa. Terlepas dari masih kentalnya cara pandang "sebelah mata" sebagian masyarakat kita yang masih menganggap kerjaan kantoran jauh lebih bergengsi dari pada melakukan usaha sendiri (terutama usaha kecil-kecilan). Jiwa seorang pemuda juga umumnya masih labil, dan itu dapat berpengaruh pada perjalanan usahanya.

Bisa dibayangkan sulitnya mempertahankan usaha bagi orang yang masih memiliki jiwa labil. Jatuh bangun iklim usaha, pengaruh pergaulan, dan perkembangan trend anak muda adalah tantangan tersendiri yang biasa dialami oleh setiap Pemuda yang Ingin Memulai Usahanya. Untuk itu, saya memiliki beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh mereka yang berjiwa muda :

1. Kenali Bidangmu.

Setiap manusia memiliki kelebihan, kecenderungan, dan kesenangan atau kecintaan terhadap hal-hal tertentu. Meskipun manusia dapat bekerja untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan kesenangannya, namun dapat dipastikan pekerjaan yang dilakukan dengan senang hati hasilnya akan jauh lebih baik.

Begitu juga dalam dunia usaha. Sebagai pemuda Anda sah-sah saja mencoba usaha sesuai dengan saran teman atau saudara. Namun jika itu tidak sesuai dengan bidang Anda, atau tidak Anda sukai, maka prosesnyapun bisa dipastikan kurang maksimal.

Meskipun pada awal usaha Anda sudah bertekad untuk menjalankan usaha tersebut (walau tidak sesuai dengan bidangnya), namun ketika datang badai masalah dan cobaan, besar kemungkinan Anda akan tergoda untuk melirik jenis usaha lain dan memutuskan gulung tikar.

Sebaliknya, jika usaha yang Anda jalankan berdasarkan Bidang dan kecintaan, Anda pasti akan senang untuk menjalankannya. Bahkan Anda mungkin akan sangat menikmati setiap proses usaha tersebut. Karenanya sangat penting bagi Anda untuk mengenali Bidang yang anda cintai dan cobalah untuk fokus dibidang itu.


2. Miliki Niat dan Motivasi yang Kuat.

Kuatnya Niat dan Motivasi biasanya berada di nomor urut pertama dari sarat keberhasilan sebuah usaha. Karenanya, Niat dan Motivasi ini sangat penting (sejajar dengan pentingnya memahami bidang Anda). Seorang pemuda hebat yang ingin sukses dalam membangun usahanya harus memiliki tekad kuat.

Niat dan Motivasi yang kuat itu bisa berasal dari mana saja. Misalnya, untuk meringankan beban orangtua, membuktikan diri sanggup hidup mandiri, dan lain-lain.

Jika Anda belum memiliki Niat dan Motivasi yang kuat, saya sarankan untuk segera membuat alasan-alasan kongkrit mengapa Anda harus memulai usaha dan mengapa usaha tersebut harus sukses. Jangan lupa, catat alasan-alasan tersebut dan letakkan ditempat yang mudah Anda jumpai setiap hari.

Dengan demikian, ketika semangat usaha sedang menurun alasan-alasan tersebut dapat mengingatkan Anda untuk bangkit lagi dan berusaha sekuat tenaga mensukseskan usaha Anda.


4.Mulaihlah Belajarlah Menjadi Kreativ.

Kreativitas adalah salah satu kunci keberhasilan sebuah usaha. Baik kreativ dalam memimpin organisasi / usahanya, kreativ dalam menyajikan produk, memasarkannya atau mengenalkannya kepada pasar. Berita baiknya, kreativitas adalah salah satu kelebihan dari pemuda.

Umumnya pemuda yang kreativ adalah pemuda yang supel / terbuka dalam pergaulan. Jika Anda merasa kurang kreatif, mungkin Anda perlu lebih membuka diri dalam pergaulan. Karena dengan membuka diri seperti itu Anda akan mampu melihat dari sudut pandang orang lain, dan itu adalah salah satu bentuk perangsang krativitas.

5. Meski Susah, Berusahalah Untuk Mengatur Waktu.

Mengatur waktu, mungkin merupakan sesuatu yang sangat sulit bagi pemuda ditengah pergaulan moderen yang ditunjang oleh kemudahan sistem informasi dan transportasi saat ini. Jika tidak memiliki tekad yang kuat, akan sangat mudah bagi pemuda untuk tergoda oleh ajakan teman dan melanggar aturan-aturan waktu yang telah dibuatnya.

Tidak ada cara lain, jika ingin menjadi pelaku usaha yang sukses Anda harus mulai belajar membagi waktu. Baik waktu untuk keluarga atau orang terdekat dan waktu untuk mengurus usaha Anda.

Inilah Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Usaha Baru

Memulai Usaha selalu menjadi sesuatu yang “menggairahkan”, terutama bagi Anda yang sudah mulai bosan bekerja pada orang lain dan ingin segera memiliki usaha yang dapat menghasilkan uang. Jika Anda ingin membuka usaha, inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai membuka usaha baru.


  1. "Ku Tahu yang Ku Mau", maksudnya Anda harus tahu jenis usaha apa yang akan Anda jalankan. Sebaiknya, usaha yang akan Anda dirikan adalah jenis usaha yang benar-benar Anda minati. Selain itu, akan lebih baik apabila jenis usaha tersebut juga ditunjang dengan keahlian dan pengalaman Anda. Jadi bukan sekedar niat, namun ilmu juga ada.
  2. "Ku Tahu Arah Jalanku", maksudnya Anda juga harus memiliki rencana bisnis, atau setidaknya konsep dasar dari bisnis yang akan Anda jalankan. Minat dan pengalaman saja tidak cukup. Tanpa adanya rencana atau jalan untuk menggerakkan usaha itu sama saja dengan merencanakan kegagalan. Karenanya penting untuk mulai memikirkan rencanakan usaha Anda dengan menyusun konsep yang baik.
  3. "Aku Punya Modal Untuk Memulainya", ya... Modal (dalam hal ini berarti Uang / Dana / Fulus), memang selalu menjadi hal yang dipikirkan oleh setiap orang yang ingin menjalankan usaha. Namun saya sengaja mencantumkan point "Modal" di nomor tiga setelah Ilmu (Konsep dan Rencana Usaha) serta tekad (Keinginan dan Pemahaman Tentang Jenis Usaha yang Akan Digeluti). Bukan tanpa alasan. Karena sebenarnya modal usaha dapat Anda cari dari luar. Atau bahkan Anda dapat memulai usaha tanpa modal sama sekali.
  4. "Ini Adalah Usaha Legal",  walaupun tidak semua badan usaha memerlukan "badan hukum", seperti usaha Kaki Lima, Penjual Jamu Gendong Keliling dll. Namun saya tidak menyarankan Anda untuk membuat usaha yang ilegal. Terutama jika rencana usaha Anda itu bersekala menangah keatas. Jadi, pastikan usaha Anda sebagai usaha yang Legal dan diakui hukum.
  5. "Aku Siap Bergaul", Maksudnya, mengambil langkah menjadi pengusaha juga berarti mengambil keputusan untuk senantiasa terbuka dalam setiap usaha untuk memperluas Networking Anda. Networking dapat menjadi landasan untuk kelangsungan usaha Anda. Karenanya, hal itu harus segera Anda lakukan. Bahkan jika sekarang Anda baru berencana (sebelum Anda memulai usaha).
Demikian beberapa Tips Memulai Usaha, semoga tips-tips ini dapat memberikan pencerahan bagi kesuksesan usaha Anda. Ayo Mulai Usaha...!!

Tips Mempertahankan Usaha Baru

Mempertahankan Usaha Baru adalah salah satu syarat bagi calon pengusaha sukses. Hampir setiap pengusaha sukses pernah mengalami masa-masa kelabu saat memulai usahanya. Sebagai seorang pelaku usaha, Anda juga mungkin akan (atau mungkin sedang) mengalaminya. Namun selama Anda dapat menjaga semangat seperti saat pertama berniat memulai msaha, hal-hal tersebut pasti dapat dilewati dengan mudah.

Tapi kenyataannya, banyak sekali tantangan dan rintangan yang sering dialami pelaku usaha baru. Baik yang berasal dari internal (diri sendiri) ataupun yang berasal dari eksternal (diluar diri Anda). Apapun bentunknya, tantangan dan rintangan tersebut seringkali membuat pelaku usaha kehilangan semangat dan "layu sebelum berkembang".

Stres menghadapi tantangan, ataupun tidak sabar melihat pertumbuhan usaha yang lamban, sementara dana dan tenaga sudah banyak tercurahkan, seringkali menjadi alasan pelaku usaha baru untuk menyerah. Beberapa dari mereka kemudian kembali memilih menjadi pekerja atau beralih ke jenis usaha lain (yang sebenarnya belum tentu lebih baik).

Makanya, tidak mengherankan kalau ada yang mengatakan bahwa 80% usaha yang dibangun gagal pada tahun pertamanya. Saya menduga, kegagalan tersebut berkaitan erat dengan kegagalan pelaku usaha baru dalam mempertahankan semangatnya.

Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha baru untuk senantiasa membakar semangat dan menghindari hal-hal negativ yang bisa berpengaruh pada menurunnya semangat usaha. Berikut beberapa tips supaya bisa tetap fokus dan semangat dalam memulai usaha, meskipun tantangan datang bertubi-tubi :


1. Harus Memiliki Mimpi.
"Semua berawal dari mimpi" begitu kata orang bijak. Percaya atau tidak, pikiran, cita-cita atau mimpi selalu mempengaruhi sistem kerja diri dan lingkungan Anda. Mimpi memiliki pengaruh yang sangat besar bagi manusia. Hanya manusia yang berani bermimpi besarlah yang berpeluang menjadi orang besar, termasuk dalam dunia usaha. Karenanya, saat memutuskan memulai usaha sendiri, kita sebaiknya punya mimpi atau cita-cita yang jelas.

Sekedar saran, sebaiknya mimpi tersebut merupakan sesuatu yang pantas untuk dikejar dan diperjuangkan. Jika tidak, mimpi akan mudah dikalahkan atau dinomorduakan oleh godaan dan tantangan yang membuat Anda lupa dan memilih untuk meninggalkan usaha Anda.

Sebaliknya, jika mimpi tersebut adalah mimpi yang mulia dan pantas diperjuangkan, maka ketika gelombang godaan dan tantangan datang, mimpi-mimpi Anda akan menjadi penyemangat. Mimpi tersebut akan menolong Anda untuk terus maju, pantang menyerah dan kreatif mencari jalan keluar.

Mungkin karena itu, hampir setiap perusahaan besar selalu memiliki mimpi yang ditulis dalam bentuk Visi-Misi dan Tujuan, berikut goal dan target-targetnya secara terperinci. Hal itu merupakan sesuatu yang sangat baik dan pantas dicontoh oleh Anda, bahkan meski usaha Anda masih kecil dan belum memiliki karyawan.

Jika sampai saat ini Anda belum merumuskan mimpi-mimpi Anda secara jelas, saya sarankan untuk segera merumuskannya. Jangan hanya diangan-angan, tapi tulislah dan letakkan ditempat yang mudah Anda jumpai sehingga bisa dibaca setiap hari.


2. Pahami Pasion Anda dan Bekerjalah Dengan Bahagia.

Jika Anda memulai usaha karena bosan bekerja pada orang lain, maka sejak awal merintis Anda pasti paham betapa tidak enaknya bekerja jika tidak disertai dengan rasa cinta, hobi dan bahagia. Begitu juga dengan dunia usaha, menjalankan usaha karena dorongan cinta atau rasa bahagia pasti hasilnya akan berbeda dengan menjalankan karena tekanan semata.

Dengan rasa cinta dan bahagia (apalagi jika ditambah hobi), maka Anda akan termotivasi untuk memberikan yang terbaik disetiap langkah-langkah usaha yang Anda buat. Karenanya, ketahuilah Passion Anda. Gambaran orang yang berusaha berdasarkan Passionnya adalah orang yang mau melakukan sesuatu dengan bahagia dan cinta, maka tidak dibayarpun tidak apa-apa.

Dengan demikian, Passion merupakan solusi yang manjur bagi pelaku usaha yang sedang mengalami cobaan.

Contoh; Meskipun penjualan sedang lesu, tetapi karena Anda melakukan usaha tersebut dengan suka cita dan bahagia menjalankan prosesnya, Anda tidak akan berfikir untuk cepat-cepat gulung tikar dan mencari usaha lain. Namun Anda akan berfikir untuk mencari tahu akar masalahnya dan mencoba hal-hal kreatif untuk mengatasinya.


3. Belajar Dari Pengalaman Orang Sukses

Pengalaman adalah guru yang paling berharga, jika Anda belum memiliki pengalaman "sukses" maka belajarlah dari pengalaman orang lain yang sudah sukses..!!

Saran saya bagi para pelaku usaha baru, sering-seringlah belajar pada orang-orang yang sudah berhasil. Proses belajar dari orang-orang seperti itu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Jika memiliki banyak waktu dan beruntung, Anda bisa menemui langsung sosok orang-orang yang Anda anggap telah berhasil dan menimba ilmu pada mereka dengan berbincang-bincang dll.

Namun jika hal itu susah dilakukan, Anda juga dapat belajar pengalaman orang-orang sukses dengan cara membaca biorgafi-biografi mereka. Dari mereka, Anda akan paham bahwa jalan memulai usaha itu tidaklah mudah. Ada proses berliku, naik dan turun, terjal, yang mau tidak mau harus dilewati jika ingin berhasil.