Sabtu, 02 Januari 2016

Tahun Baru ini, Pastikan Resolusi Usaha Anda Cukup Realistis

Memasuki tahun baru bagi seorang pelaku usaha berarti menyambut tantangan dan peluang baru. Apalagi di tahun 2016 ini, kita akan berhadapan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang bakal melipat gandakan peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha.

Pertanyaannya kemudian adalah ; apa rencana Anda ditahun yang penuh tantangan dan peluang ini? Sudahkah Anda membuat Resolusi khusus untuk pencapaian / progress usaha Anda? Tahun Baru ini, Pastikan Resolusi Usaha Anda Cukup Realistis…!

Menyusun resolusi mungkin bukan hal baru bagi seorang pelaku usaha seperti Anda. Tapi apakah itu realistis?? Jawabannya bisa dilihat dari keberhasilan daftar resolusi tahun kemarin.

Apakah semuanya tercapai? Atau jangan-jangan check list resolusi tahun lalu yang harusnya kini sudah dicapai justru terbengkalai dan berakhir hanya sebagai wacana belaka? Bagaimana agar hal semacam itu tidak terulang lagi?

Berikut Admin berikan beberapa tips dan trik untuk menyusun Resolusi Usaha yang Realistis dan perlu diperhatikan oleh pelaku usaha :

Pertama, Perhatikan Kekuatan Usaha Anda
Tahun baru mungkin akan memberikan spirit baru pada jiwa usaha Anda. Tentu itu adalah hal yang sangat baik dan perlu dipertahankan. Namun, Anda juga harus sadar bahwa semangat bisa naik turun sejalan dengan perjalanan waktu dan tantangan-tantangannya.

Karenanya, penting bagi Anda untuk memperhatikan kekuatan mesin usaha Anda. Mesin usaha yang saya maksud mencakup beberapa hal; termasuk system usaha Anda, apakah sudah mapan? Kualitas SDM, apakah sudah sesuai dengan keahlian? Hingga masalah pengalaman dan tujuan utama perusahaan, apakah sudah ada?

Kedua, Tetapkan Teggat Waktu Untuk Setiap Rencana
Jika Anda ingin resolusi usaha yang dibuat menjadi sebuah kenyataan, maka jadikan resolusi itu sebagai sebuah komitmen atau janji yang harus ditepati. Cara paling mudah untuk mengingatkan komitmen semacam itu adalah dengan membuat tenggat waktu untuk setiap target.

Semakin kuat mesin usaha Anda maka akan semakin banyak target dan tenggat waktu yang diperlukan juga bisa lebih singkat. Namun jika belum terlalu kuat, menurut saya buatlah target-target yang kiranya bisa dicapai dengan waktu kurang lebih 1-3 bulan per target.

Disini Anda juga perlu menganalisis trend bulanan dan pengaruhnya terhadap jenis usaha Anda. Biasanya, setiap bulan selalu ada trend-trend sendiri yang bisa dimanfaatkan.

Misal, pada bulan-bulan November – Desember lalu yang menjadi trend adalah tempat wisata karena bertepatan dengan libur sekolah, natal dan tahun baru. Jika usaha Anda bergerak dibidang tour and travel, sah-sah saja Anda membuat target tour wisata yang lebih banyak untuk bulan-bulan tersebut.

Namun bukan berarti dibulan-bulan lain tidak ada target. Dibulan lain Anda juga bisa membuat target untuk kepentingan lain, missal ; target penawaran paket wisata ke perusahaan, target penyelenggaraan ziarah wali di tanah Jawa, target kerjasama dengan hotel dan destinasi wisata, dst.

Ketiga, Perbanyak Informasi dan Peluang Dari Tiap-Tiap Target.
Sebagai seorang pelaku usaha yang ingin membawa usahanya menjadi lading keuntungan, Anda harus melek informasi. Informasi menolong pelaku usaha untuk bergerak sesuai dengan arah pasar atau kecenderungan masyarakat.

Selain itu, Anda juga membutuhkan pengetahuan agar dapat memasukkan produk Anda ketengah trend pasar. Gabungan dari Informasi dan Pengetahuan yang tepat akan menolong Anda untuk menilai apakah target yang dibuat sudah cukup realistis atau tidak.


"Demikian beberapa tips agar Tahun Baru ini, Rsolusi Usaha Anda Cukup Realistis. Tetap semangat, dan jangan lupa untuk memaksimalkan momentum MEA sebagai pendongkrak usaha Anda."

Selasa, 29 Desember 2015

Inilah Cara Pasti Untuk Memaksimalkan Penjualan

Sebelum membahas tentang trik, tips atau cara pasti untuk memaksimalkan penjualan, saya ingin menegaskan bahwa penjualan adalah tanda kehidupan dari sebuah usaha.

Sebuah usaha, apalagi usaha retail atau jual beli dapat dipastikan mampu bertahan jika penjualannya lancar. Disisi lain, sebuah usaha akan segera tutup tikar jika penjualannya tidak seimbang dengan jumlah pengeluarannya.

Jika Anda seorang pelaku usaha, Anda pasti memahami hukum ini. Dan saya yakin, Anda juga tahu bahwa salah satu indikator sebuah usaha dapat berkembang besar dapat dilihat jumlah penjualan yang terus meningkat.

Jika Anda ingin memaksimalkan penjualan produk Anda dan meningkatkan hasil penjualannya, maka ada beberapa cara yang perlu Anda pertimbangkan. Agar tidak terlalu panjang, Inilah Beberapa Cara Pasti Untuk Memaksimalkan Penjualan :

1. Jadilah Orang Jujur 

Image adalah hal yang mutlak bagi pengusaha, terutama untuk pelaku usaha baru atau pelaku usaha dengan sekala kecil dan menengah. Dan image sebagai orang yang jujur adalah sebaik-baik image dimata pelanggan.

Kabar baiknya, image itu dapat diciptakan. Namun saya tidak menyarankan Anda untuk berpura-pura jujur untuk membuat image tersebut. Karena seperti kata pepatah, "sebaik-baik bangkai dipendam pasti akan tercium juga baunya"

Jika Anda hanya berpura-pura jujur untuk membuat image jujur, maka akan ada waktunya kepura-puraan itu terbongkar. Dan saat itu terjadi, image Anda akan jatuh hingga sulit untuk dibangkitkan lagi.

Karenanya, saya sangat menyarankan agar Anda bersikap jujur yang bukan sekedar pura-pura jujur. Tentu akan lebih baik jika dari awal Anda merintis bisnis sudah dilandasi dengan sikap jujur. Namun jika tidak, tetap tidak ada kata terlambat untuk mulai jujur.

Pertanyaannya : "Bagaimana Cara Menunjukkan Sikap Jujur Agar Berkesan Di Hati Pelanggan?"
 
Menunjukkan sikap jujur bagi seorang pengusaha dapat dilakukan dengan berbagai cara. Namun yang paling jelas dan berdampak pada kinerja “mesin” usaha adalah dengan menerapkan sistem pengelolaan yang trasnparan.

Selain itu juga ada sikap jujur yang dapat berdampak pada psikologis konsumen, yaitu dengan cara memberikan harga yang wajar dan memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen.

Kedua hal itu merupakan faktor utama yang dapat membuat konsumen Anda merasa senang dan memunculkan kesetiaan mereka. Karena konsumen yang merasa senang pasti akan membeli produk Anda dengan rasa puas.

Rasa puas itulah yang pada gilirannya membuat mereka menandai usaha Anda sebagai tempat terbaik untuk berbelanja. Dan bukan tidak mungkin mereka juga akan mereferensikan usaha Anda kepada keluarga dan rekan-rekannya.

2. Buatlah Pelanggan Anda Merasa Istimewa. 

Membuat pelanggan merasa diistimewakan adalah hal penting yang dapat membuat mereka semakin setia dengan usaha Anda dan produk-produk yang Anda jual didalamnya.

Ada banyak cara agar pelanggan Anda merasa diistimewakan. Mulai dari diskon hingga ucapan hari raya. Yang perlu Anda lakukan disini adalah memahami kapan Anda harus memberikannya.

Jika Anda terus menerus memberikan diskon tentu Anda tidak bisa mendapatkan pemasukan yang besar. Namun disisi lain, diskon juga dapat memancing pelanggan untuk merefrensikan usaha Anda kepada kerabatnya.

Beberapa pelaku usaha ritel sudah memahami pentingnya diskon dan problematikanya. Untuk mengatasinya mereka membuat sistem diskon khusus yang dapat meningkatkan kesetiaan para pelanggannya. Mereka memberikan diskon semacam itu dengan cara "mengikat" pelanggan menggunakan member card. Pernah dengar?

Jadi, setiap pembeli yang memiliki kartu member atau member card akan diberikan diskon khusus. Jika memungkinkan, saya sarankan Anda untuk meniru cara tersebut.

3. Jangan Ragu Untuk Beriklan

Sangat disayangkan bahwa masih ada pelaku usaha yang masih enggan untuk memasang iklan. Padahal dengan beriklan Anda dapat menarik banyak konsumen baru sekaligus mempertahankan loyalitas konsumen Anda.

Dengan beriklan berarti Anda telah menunjukkan bahwa Anda serius untuk memasarkan produk-produk Anda. Semakin sering produk Anda melintas diberbagai media iklan yang ada, maka konsumen akan semakin teringat terus tentang produk Anda.

Namun Anda juga harus tetap memperhatikan kondisi keuangan perusahaan. Jangan memaksakan mengeluarkan biaya iklan secara besar-besaran jika kondisi keuangan belum memungkinkan.

Tapi itu bukan halangan untuk Anda beriklan. Karena sekarang sudah ada berbagai media social seperti Facebook, Twitter, Instagram, dst. Semua media itu gratis dan dapat dimanfaatkan sebagai media iklan.

Bahkan baru-baru ini ada pengamat yang mengatakan bahwa iklan melalui media ternyata tidak kalah efektif dari media-media konvensional. Mungkin karena itulah sekarang semakin banyak pengusaha yang membuka lowongan “social media marketing” dengan syarat “familiar dengan facebook, twitter, instagram, youtube, dst”.


Demikianlah beberapa Cara Pasti Untuk Memaksimalkan Penjualan. Semoga bermanfaat dan salam usahawan....!!

Minggu, 27 Desember 2015

Tips Mempertahankan Usaha Kuliner

Tips Mempertahankan Usaha Kuliner. Usaha Kuliner memang merupakan jenis usaha yang "secara teori" selalu memiliki prospek positif. Alasannya tentu karena selama manusia masih hidup, selama itu juga manusia butuh makan.

Sebagai sebuah kebutuhan dasar yang paling utama, maka setiap hari manusia akan makan. Dalam satu hari saja, dalam keadaan normal umumnya manusia akan makan sebanyak dua sampai tiga kali, bahkan ada yang lebih.

Karenanya, perputaran uang di usaha ini sangatlah cepat. Jadi jangan heran jika usaha kuliner selalu menjadi primadona bagi pelaku usaha baru yang ingin cepat mengumpulkan pundi-pundi Rupiah.

Namun, banyaknya persaingan antar pelaku usaha kuliner di luar sana sering membuat pelaku usaha lain (baik itu baru ataupun lama) terpaksa "menyingkir". Pertanyaannya kemudian adalah ; Bagaimana Tips Mempertahankan Usaha Kuliner Anda agar tetap eksis dan mampu menghasilkan banyak keuntungan?

Berikut kami berikan beberapa cara agar usaha kuliner Anda dapat bertahan lama dan menghasilkan banyak uang :

Pertama, untuk mempertahankan usaha kuliner ataupun membesarkannya, Anda harus memiliki sebuah sistem yang mampu membuat usaha Anda tetap bisa berjalan walaupun Anda tidak ada. Sistem tersebut harus dibangun dengan kebutuhan usaha kuliner Anda. Mulai dari masalah pemesanan bahan baku, dapur, hingga kasir.

Untuk mengurus masalah bahan baku misal. Dari pada selalu menugaskan orang kepercayaan untuk mengambil bahan baku, Anda juga dapat menjalin kerjasama langsung dengan suplayer bahan baku segar.untuk rutin mengirim bahan baku ke dapur usaha Anda.

Agar tidak diakali oleh mereka, saran saya Anda harus membuat MoU (dengan kekuatan hukum), yang mencakup point-point penting kesepakatan, berikut hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Selanjutnya untuk masalah dapur Anda juga dapat membuat standar baku masakan / racikan bumbu yang dapat diikuti oleh siapapun orang yang bertanggung jawab di dapur. Cara ini biasanya dilakukan oleh usaha-usaha kuliner yang sudah bermetamorfosa menjadi franchise.

Kemudian di masalah kasir dan keuangan. Buatlah aturan yang jelas tentang masalah sensitif ini. Untuk masalah kasir, saat ini sudah banyak mesin penghitung cepat yang memiliki record barang keluar dan masuk.  Namun itu saja tidak cukup.

Agar tidak ada kecurangan, anda juga harus mengetahui berapa jumlah produksi barang riil dan pengeluaran asli yang dibuktikan dengan record itu dalam sebuah buku laporan.

Kedua, selain masalah sistem, untuk mempertahankan usaha kuliner Anda juga harus mampu mempertahankan kualitas dan cita rasa masakan. Disinilah pentingnya membuat setandar baku racikan / bumbu seperti yang banyak dilakukan oleh franchise-franchise.

Demikian Tips-Mempertahankan-Usaha-Kuliner yang Admin sajikan, semoga bermanfaat...

Minggu, 20 Desember 2015

Usaha Sampingan Dosen yang Sesuai Dengan Status Sosialnya.

Apa usaha sampingan dosen yang sesuai dengan status sosialnya, cocok dengan kapasitasnya di dunia akademik, dan dapat menunjang karir? Kira-kira itulah pertanyaan teman saya (seorang dosen muda) yang menjadi inspirasi tulisan ini.

Sebenarnya, hampir semua jenis usaha sampingan atau usaha rumahan dapat dijalankan oleh orang yang berprofesi sebagai dosen. Namun disini saya tidak akan membahas semua jenis usaha sampingan tersebut.

Disini saya akan loncat langsung ke kesimpulan hasil obrolan saya dengan kawan dosen muda tersebut. Menurut dia, dari sekian jenis usaha sampingan mungkin usaha Penyedia Jasa Training adalah yang terbaik.

Sebagai seorang Akademisi, seorang dosen tentu memiliki kemampuan yang mumpuni dalam hal teori. Inilah daya tawar pertama yang nantinya akan sangat membantu dalam membesarkan usaha sampingan dosen.

Misal, Anda seorang dosen Akutansi. Maka akan sangat mudah bagi Anda untuk menyampaikan materi tentang Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Standar Akuntansi Keuangan (SAK) atau Standar Akuntansi Keuangan Entitas tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP).

Padahal, diluar sana ada banyak sekali orang atau instansi yang membutuhkan kemampuan penyusunan SAK ETAP tersebut. Disinilah celah usaha terbentang. Dan sebagai "Dosen" tentu Anda memiliki nilai plus dibandingkan dengan orang lain bukan?

Jika bukan dosen Akuntansi, apa masih ada peluang untuk menjalankan usaha sampingan dosen ini? Jawabannya tentu saja masih. Karena ada banyak sekali orang diluar sana yang membutuhkan ilmu. Tugas usaha Anda hanya mencarinya, kemudian menawarkan jasa pengetahuan Anda sendiri.

Bagaimana jika Anda sudah diangkat menjadi PNS dan ada peraturan "Dosen PNS tidak boleh merangkap sebagai Direktur Perusahaan?" Apakah Anda masih memiliki peluang untuk memainkan usaha ini?

Jawabannya tentu masih. Ada beberapa opsi bagi seorang Dosen PNS yang ingin mencari tambahan dengan keahlian dan pengetahuannya. Pertama, dengan menjalin kerjasama dengan penyedia jasa training lain. Jadi disini Anda berperan sebagai seorang partner / pemateri saja.

Kedua, Anda tetap bisa mendirikan perusahaan penyedia jasa training sebagai usaha sampingan dosen. Namun dengan memposisikan diri sebagai pemilik saja. Sedang untuk posisi Direktur dll, diisi oleh orang lain.

Dari pengamatan saya terhadap beberapa web lembaga penyedia jasa training, rata-rata mereka menawarkan jasa trainiing dengan nilai cukup tinggi. Mulai dari ratusan ribu dengan ketentuan jumlah peserta memenuhi kuota, sampai jutaan rupiah dengan minimal peserta hanya tiga atau dua orang saja.

Demikianlah sedikit sharing saya tentang Usaha Sampingan Dosen yang Sesuai Dengan Status Sosialnya yang terinspirasi langsung dari seorang kawan (dosen muda), dengan status non PNS dan gaji lebih rendah dari tuntutan buruh di Jakarta.

Sebagai orang yang "bukan dosen" dan berbicara tentang dunia dosen, tentu saya tidak memiliki pengalaman menjalankan usaha penyedia jasa training dengan posisi seperti yang saya gambarkan diatas. Namun pengalaman saya pernah bekerja dengan lembaga traiining milik seorang dosen.

Jumat, 11 Desember 2015

Belajar Dari Sony Corporation.

Sony Corporation, sebuah perusahaan multinasional yang bermarkas di Tokyo - Jepang ini tentu tidak asing bagi Anda. Ya, Sony adalah salah satu merek terkemuka di pasar elektronik. Perusahaan ini memiliki berbagai macam produk yang sangat diminati oleh masyarakat modern.

Tapi tahukah Anda bahwa Sony Corporation berasal dari sebuah usaha gagal? Kantor berita Antara pada pertengahan tahun 2015 mencatat bahwa Sony Corporation itu berawal dari sebuah sebuah rice cooker. Saat itu, Sony Corporation masih bernama Tokyo Telecommunications Research Institute yang dikenal dengan Tokyo Tsushin Kenkyujo (Totsuken).

Ceritanya, sekitar tahun 1945'an, saat perang dunia II baru saja berakhir, kontraktor Masaru Ibuka mendirikan perusahaan tersebut di sebuah lantai Departement Store yang rusak. Saat itu, bentuk usaha yang dijalankan masih kecil dan tidak fokus.

Disuatu waktu Totsuken terbuka sebagai perusahaan yang bekerja untuk memperbaiki radio, dilain waktu perusahaan tersebut juga berusaha membuat produk sendiri. Salah satunya adalah penanak nasi listrik. Penanak nasi tersebut terbuat dari elektroda aluminium yang terhubung ke bagian bawah bak kayu. 

Jangan bayangkan produknya itu sudah canggih seperti produk-produk Sony saat ini. Karena kenyataannya rice cooker tersebut masih jauh dari katagori layak. Setiap kali digunakan untuk menanak nasi, kalau hasilnya tidak gosong ya nasi itu tidak masak / mentah.

Produk tersebut minim inovasi. Karenanya, rice cooker atau penanak nasi itu tidak pernah mampu menggebrak pasar. Konon, produk pertama itu hanya laku sebanyak 100 unit. 

Namun kegagalan atas produk pertama itu tidak membuat Ibuka menyerah. Ia masih saja berusaha menciptakan barang-barang lain. Hingga akhirnya, pada tahun 1944, Ibuka bertemu dengan Akio Morita, seorang letnan Angkatan Laut yang memiliki hobi dibidang elektronik dan telah lulus dari Departemen Fisika di Osaka Imperial University.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 7 Mei 1946, Ibuka yang telah berumur 38 tahun menjalinn kerjasama dengan Morita yang saat itu baru berumur 25 tahun. Mereka mendirikan Tokyo Tsushin Kogyo KK atau Tokyo Telecommunications Engineering Corporation.

Keduanya memproduksi Power Megaphone, tape recorder G-Type dan portable tape recorder P-Type. Dalam kerjasama tersebut, Morita diberi peran yang tidak kecil. Ia menangani masalah pemasaran, keuangan, hingga sumber daya manusia. Morita memberikan kontribusi ke hampir seluruh sendi mangement perusahaan dan menjadi pelopor agar perusahaan tersebut masuk ke dalam bisnis perangkat lunak.

Dorongan untuk mengembangkan usahanya secara global kemudian membuat mereka memutuskan untuk mengubah nama perusahaan. Tepat pada 1959, Morita mengusulkan agar nama Tokyo Tsushin Kogyo diganti dengan Sony.

Tentu saja usul tersebut tidak serta merta diterima dengan baik. Saat itu, di negeri sakura nama Tsushin Tokyo Kogyo sudah mulai terkenal. Namun akhirnya usul tersebut diterima. Akhirnya, di tahun 1960, Sony Corporation resmi didirikan.

Hingga saat ini perusahaan tersebut telah menciptakan berbagai macam alat yang sangat digemari masyarakat modern. Mulai dari radio transistor yang kemudian dikembangkan menjadi televisi, VCR, Betamax, Walkman, PlayStation, Cybershot, VAIO dan ponsel-ponsel dibawah naungan Sony Ericsson Mobile Communications.

Kamis, 10 Desember 2015

Kuliah Drop-Out, Usaha Pertama Gagal, Tapi Sukses Jadi Jutawan.

Meski Kuliah Drop-Out, Usaha Pertama Gagal, Tapi Sukses Jadi Jutawan. Sekedar keberuntungankah? Jika di cerita fiksi mungkin jawabannya Iya, sayangnya ini adalah dunia nyata dan jawabannya tentu saja TIDAK..! atau bukan kebetulan.

Bill Gates, adalah orang-nya. Saat ini ia dikenal sebagai pengusaha kelas kakap yang memiliki perusahaan raksasa, terkenal cerdas, dan berlimpah harta. Kisah hidup yang sempat membuatnya berada di titik terendah sering menjadi inspirasi para pelaku usaha.
Mungkin tidak banyak yang menyangka, dibalik kekayaan dan kecerdasannya, miliuner pendiri Microsoft itu sempat Drop Out (DO) dari Universitas. Seperti layaknya mahasiswa lain yang DO, Gates juga sempat dianggap sebagai orangyang tidak akan sukses setelah DO dari Harvard. 

Tapi kenyataan berkata lain Sekarang namanya sering dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Bagaimana ceritanya mahasiswa yang DO ini bisa menjadi kaya raya, bahkan sering dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia?

Perlu Anda ketahui, meski sempat DO, Gates bukanlah seorang pemalas dan bodoh. Sejak usia muda sudah sangat suka belajar. Dia bahkan sempat tamat membaca World Book Encylopedia dari seri awal sampai akhir di usia sekitar 10 tahun.

Kegemaran membacanya itu juga didukung oleh orang tuanya yang selalu membelikan berbagai macam buku bacaan. Konon, Gates sudah mulai kritis terhadap masalah bisnis dengan sering menanyakan topik-topik bisnis dan peristiwa dunia sejak awal usia belasan tahun.

Karena kecerdasannya, Gates muda masuk di sekolah eksklusif, Lakeside School. Disitu ia juga dikenal sebagai siswa yang sangat pandai dan gemar membaca buku. Meski demikian Gates selalu meluangkan waktu untuk berpetualang dan menyalurkan hobinya "mengutak atik komputer". 

Saking senangnya dengan komputer, Gates bahkan pernah menghabiskan beberapa malam di University of Washington hanya untuk main komputer gratis. Selain itu, dia juga sempat bekerja paruh waktu sebagai programmer disebuah power plant, selatan Washington.

Mungkin karena merasa memiliki pasion di bidang komputer, Gates kemudian membuka usaha sendiri. Namun sayangnya bisnis pertama Gates yang bernama Traf-O-Data itu gagal total.

Sampai sini bisa kita simpulkan bahwa perjalanan Bill Gates sama sekali tidak mulus. Namun ia juga bukan orang yang bodoh, penakut, ataupun pemalas. Buktinya, di sekolahnya dulu dia dikenal sebagai siswa yang cerdas, berprestasi dan rajin membaca. Diluar sekolah, ia gemar berpetualang dan berani mendirikan usaha. 

Lantas, kanapa Gates DO dari Universitas Harvard?

Gagal dari usaha pertama tidak membuat Bill Gates muda murung dan mengundurkan diri dari dunia usaha. Dibantu temannya, Paul Allen, Gates memutuskan untuk kembali memulai usaha dibidang yang ia sukai (komputer) dan mendirikan Microsoft.

Berbeda dengan usaha pertamanya, Microsoft ternyata mampu bertahan, bahkan terus berkembang menjadi raja software. Hal tersebut tentu menyita banyak waktu dan tenaga Gates.

Setelah melalui banyak pertimbangan akhirnya Gates memutuskan untuk DO dari Universitas Harvard dan fokus menggarap usahanya. Sebuah keputusan yang tentu saja berat baginya dan keluarganya.

Dilain waktu, Gates sendiri pernah menyatakan penyesalan karena tidak sempat menyelesaikan kuliahnya. Dia pun meminta agar para mahasiswa tidak mengikuti jejaknya. Menurut dia, peluang sukses menjadi lebih tinggi jika seseorang lulus sarjana.

"Musim panas ini, ada lebih dari dua juta mahasiswa di Amerika Serikat mencapai apa yang tak pernah kuselesaikan. Mereka lulus kuliah. Itu adalah prestasi yang harus dirayakan. Meskipun aku DO kuliah dan beruntung mengejar karir di bidang software, meraih gelar sarjana adalah langkah yang jauh lebih pasti untuk sukses," tulis Gates seperti dikutip dari blognya, Jumat (5/6/2015).

Minggu, 06 Desember 2015

Ingin Sukses Mempertahankan Eksistensi Usaha? Begini Caranya

Ada yang bilang Mempertahankan Eksistensi Usaha itu jauh lebih susah dari pada membangun usaha. Mungkin kata-kata tersebut tidak berlebihan. Kenyataannya, berhasil merintis sebuah usaha ternyata belum bisa menjanjikan kesuksesan bagi pelakunya.

Tidak sedikit pelaku usaha yang gigit jari ketika melihat usaha yang dirintisnya dengan penuh harapan akhirnya harus gulung tikat karena tidak sanggup menghadapi cobaan dan gempuran pasar yang semakin pesat. Saya yakin, sebenarnya mereka tidak ingin usahanya gulung tikar. Namun ketidak mampuan dalam mempertahankan eksistensi usaha ditengah gempuran pasar itu membuat mereka terpaksa menutup usahanya.

Jika Anda termasuk seorang pelaku usaha yang memperhatikan gejala pasar, Anda akan menyadari bahwa tingginya persaingan pasar dan besarnya tuntutan konsumen selalu membuat usaha mempertahankan eksistensi usaha tidak lebih mudah daripada merintis sebuah usaha.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan beberapa tips penting bagi Anda yang Ingin Sukses Mempertahankan Eksistensi Usaha. Begini Caranya :


1. Senantiasa Peka Terhadap Pasar.

Senantiasa Peka Terhadap Pasar artinya, sebagai pengusaha Anda harus berusaha memahami kecenderungan masyarakat yang Anda bidik, atau konsumen Anda. Meskipun saat ini usaha Anda sedang diatas angin, jika Anda mengabaikan kecenderungan para konsumen, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat Anda merasa kewalahan dan tertinggal oleh pelaku usaha lain yang lebih memahami konsumen Anda.

Jika Anda tidak ingin konsumen Anda berpindah arah, maka pahamilah mereka. Bagaimana cara memahami mereka? Tentu Anda harus memahami trend umum kelas masyarakat yang menjadi pasar Anda. Ingat, manusia selalu mengkuti kelompoknya.

Adapunb usaha riill untuk memahami hal tersebut dapat Anda lakukan dengan senantiasa mengupdate informasi-informasi yang terkait dengan kelompok masyarakat yang menjadi target pasar Anda. Di era informasi ini saya kira usaha itu tidak terlalu susah.


2. Berusahalah Untuk Menjadi Solusi Bagi Konsumen.

Setelah Anda berusaha memahami kecenderungan para konsumen Anda, tentu Anda akan melihat berbagai macam masalah yang mereka hadapi. Jika Anda ingin menjadi pengusaha besar, sebaiknya Anda jangan bersikap tertutup dan melimpahkan semua masalah itu kepada konsumen.

Ketika usaha Anda dapat hadir dengan sebuah solusi bagi permasalahan konsumen, maka seketika itu juga usaha Anda mulai diperhitungkan oleh mereka. Jika strategi ini dapat Anda terapkan dengan tepat, baik dalam hal prosedur, pelayanan, produk, hingga iklan, maka dapat dipastikan loyalitas konsumen Anda akan semakin meningkat.


3. Ikuti Perkembangan Pasar.

Memahami kecenderungan konsumen hingga mengetahui permasalahan atau kebutuhan mereka mungkin sangat berat dilakukan oleh pelaku usaha yang masih berada dalam tahap awal. Jika Anda termasuk yang berada ditahap tersebut, tidak usah khawatir. Masih ada cara kedua yang lebih mudah, yaitu dengan Mengikuti Perkembangan Pasar.

Langkahnya juga cukup praktis, Anda hanya tinggal mengikuti perkembangan trend pasar yang diminati para konsumen. Misal, Ramadhan tahun lalu saya melihat trend mukena bali di daerah saya. Sebenarnya, di beberapa kota besar trend tersebut sudah lewat sejak tahun sebelumnya. Namun di daerah saya, trend tersebut baru mencapai puncaknya di tahun kemarin. Saya mengerti hal itu karena melihat banyaknya wanita mudah yang mengenakan mukena bali.

Dengan presentase wanita muda yang mengenakan mukena bali 30% banding yang masih mengenakan mukena lama sejumlah 70%, saya yakin dalam waktu singkat kelompok 70% ini akan mencari mukena bali mengikuti trend mukena baru milik teman-temannya.

Maka saat itu juga saya memutuskan untuk mencari mukena bali dan membelinya dengan harga grosir kemudian saya pamerkan, beserta iklan dan bahasa promo di etalase toko kecil depan rumah. Dan ternyata keyakinan saya terbukti.

Kata salah satu motivator bisnis, dalam setiap bulan akan selalu ada trend baru. Ikuti trend itu maka cepat atau lambat Anda akan bisa mengetahui minat dan arah pasar. Semakin sering Anda dapat memenuhi keinginan pasar, maka akan semakin besar pula peluang yang Anda ciptakan untuk memenangkan persaingan dan mempertahankan eksistensi usaha Anda.


4. Amati Gerakan Pesaing Anda.

Seperti halnya mata-mata, adakalanya Anda harus mengamati gerakan para pesaing Anda. Sikap terlalu percaya diri dan menganggap gerakan pesaing Anda selalu berada dibelakang bisa berakibat fatal bagi perkembangan usaha yang syarat akan persaingan.

Dengan mengamati usaha pesaing Anda, maka Anda dapat mengetahui seberapa besar ancaman akan muncul. Mengetahui secara awal seperti itu dapat memberi anda ruang untuk menyiapkan strategi guna menghadapi tantangan tersebut. Jika langkah ini dapat Anda jalankan dengan baik, maka besar kemungkinan Anda untuk dapat mempertahankan eksistensi usaha di tengah gempuran persaingan pasar.

Selain itu, mengetahui pergerakan para pesaing secara tidak langsung juga dapat membuat Anda termotivasi untuk mencari ide-ide baru dan menciptakan inovasi-inovasi yang mampu membuat usaha Anda menjadi pemenang ditengah derasnya persaingan.


5. Fokus Mengembangkan Usaha.

Disadari atau tidak, sebenarnya dalam dunia usaha, memata-matai dan dimata-matai sebenarnya adalah hal yang biasa. Maka ketika Anda berusaha memahami gerakan pesaing Anda, maka Anda juga harus siap diamati oleh pesaing-pesaing Anda.

Namun jangan khawatir, dunia Anda adalah dunia usaha, bukan dunia mata-mata. Jadi, jangan habiskan waktu Anda untuk menghawatirkan pesaing-pesaing Anda yang sedang berusaha memahami langkah-langkah usaha Anda. Tetaplah fokus untuk mempertahankan eksistensi usaha Anda.


6. Terus Perluas Jaringan Anda.

Sebagaimana sering saya katakan, relasi atau jaringan merupakan salah satu nafas utama dari sebuah usaha. Bahkan ada yang mengatakan, semakin banyak jaringan maka akan semakin banyak rejeki. Atau silahturahmi (membuka dan mempererat jaringan) akan mendatangkan rejeki.

Semua pernyataan tersebut memang sangat pas bagi para pelaku usaha. Dengan selalu menjaga dan memperluas jaringan Anda, maka akan semakin besar pula peluang-peluang yang dapat Anda dapatkan sebagai tangga menuju kesuksesan.

Demikianlah beberapa cara yang mungkin perlu Anda lakukan jika Ingin Sukses Mempertahankan Eksistensi Usaha. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo Mulai Usaha...!!